logo

29 Agustus 2018

ABG Diculik, Digenjot di Mobil sampai Pingsan

ABG Diculik, Digenjot di Mobil sampai Pingsan


GELORA.CO - Seorang anak baru gede (ABG) berinisial YAP (16) ditemukan tergeletak oleh petugas Satpol PP di Terminal Batu Ampar (Batam), Selasa (28/8) sekitar pukul 02.00 Wita.

Informasi yang beredar di media sosial (medsos), remaja yang mengenakan pakaian biru dongker ini merupakan korban penculikan sekaligus pemerkosaan yang dilakukan sejumlah oknum.

Kejadian bermula pada Jumat (24/8) sekitar pukul 19.00 Wita. Korban diminta ayahnya untuk membelikan es batu di daerah Sempaja. Setelah beli es dan hendak pulang ke rumahnya, tiba-tiba korban ditangkap seseorang tak dikenal dan dimasukkan ke dalam mobil.

Korban lantas diberi obat untuk diminum hingga linglung. Selama di mobil, tangan dan kaki korban dalam keadaan terikat. Saat itu korban merasa disetubuhi oleh sejumlah oknum yang belum diketahui identitasnya hingga pingsan.

Pada Sabtu (25/8) sekitar pukul 01.00 Wita, YAP akhirnya sadar dan baru mengetahui berada di dalam sebuah gudang di kawasan Sumber Rejo.

Korban lantas melarikan diri dari tempat itu tanpa mengetahui seluk beluk Kota Balikpapan. Baru kemarin warga Kota Samarinda itu ditemukan di Terminal Batam dalam keadaan tergeletak dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo.

Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Makhfud Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, informasi yang beredar dengan yang diselidikinya justru berbeda. Saat pihaknya mendatangi korban di rumah sakit, tidak ada pengakuan darinya bahwa dia habis diperkosa.

“Ya, ini informasinya berbeda. Tadi kami datangi langsung korban dan kami interogasi. Dari pengakuannya malah dia bilang tidak diperkosa. Makanya ini kami minta korban divisum dan di-USG, apakah korban hamil atau tidak,” katanya saat dihubungi.

Makhfud menambahkan, informasi terkait adanya penculikan dan kekerasan seksual dengan meminumkan obat bius kepada korban juga masih simpang siur. Sebab, pengakuan dari korban, dia hendak bertolak ke Samboja. Namun, karena tidak mempunyai biaya yang lebih, dia pun memutuskan pergi ke Balikpapan terlebih dahulu dengan mengharapkan belas kasih dari seseorang.

“Dia mampir ke Balikpapan. Dia nggak ada biaya mau ke Samboja, jadinya dia di sini mampir cari biaya. Nah, dari informasi yang kami dapatkan itu, korban punya sakit mag. Jadi pas dia ke sini, kemungkinan dia jatuh sakit dan tidak sadarkan diri,” ungkapnya.

Selama ditanyai petugas, YAP menjawabnya dengan normal dan tidak ada tanda-tanda mengalami keterbelakangan mental. Hanya saja, identitas korban masih belum diketahui sepenuhnya lantaran korban masih sedikit tertutup saat diajak berkomunikasi.

“Dia normal aja kok. Dia ke sini itu mau dibilang gelandangan, tapi penampilannya bukan gelandangan. Saat kita tanya-tanya juga masih sedikit tertutup. Entah apakah ada trauma atau tidak, makanya kita mau dalami lagi,” terangnya.

Perbedaan informasi yang beredar dengan pengakuan tersangka ini membuat pihaknya kebingungan dan pihaknya sedang menelusuri penyebar dari informasi tersebut. Sebab, ada kemungkinan kasus ini hanyalah akal-akalan saja untuk mendapatkan sesuatu. Pihaknya pun terus mendalami kasus ini sembari mencari tahu keluarga korban.

“Ya, ini kita masih coba hubungi keluarganya. Tapi masih belum dapatkan jawaban. Kita tunggu saja. Yang jelas, kita masih melakukan penyelidikan,” pungkas dia. [psid]

Loading...
loading...