logo

17 Juli 2018

Yakin Lalu Muhammad Zohri Mampu Tembus 9 Detik

Yakin Lalu Muhammad Zohri Mampu Tembus 9 Detik


GELORA.CO - Prestasi sprinter asal NTB Lalu Muhammad Zohri di kejuaraan dunia atletik U-20 di Tampere Finlandia, membuat tanah air bangga. Zohri mengalahkan pelari unggulan Amerika, Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

Sementara Zohri mencatatkan waktu 10,18 detik. Dia butuh dua tahun menjalani program latihan membukukan catatan waktu itu.

Data yang dihimpun Lombok Post, saat kali pertama turun di Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar kabupaten/kota 2016 lalu, dia hanya mencatatkan waktu 11,12 detik. Selama satu tahun di PPLP, dia menunjukkan peningkatkan yang signifikan. Dia mampu tampil mengejutkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dengan mencatatkan waktu 10,43 detik.

Nah, itulah yang membuat tim talent scoating kepincut membawanya ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Berkat kerja kerasnya, Zohri membuat kejutan di tes event Asian Games dengan menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,25 detik.

Zohri kembali dipercaya membela Indonesia pada kejuaraan Asia Junior di Gifu, Jepang. Dia menjawab kepercayaan itu dengan medali emas. Zohri mencatatkan waktu 10,27 detik mengalahkan pelari tuan rumah Daisuke Miyamoto yang mencatatkan waktu 10,35 detik.


Sprinter senior NTB Fadlin memuji prestasi yang diukir Zohri. Bahkan tidak sungkan menyebut kalau Zohri tampil sangat luar biasa. Dia bisa mencatatkan waktu yang cukup fantastis dalam kurun waktu yang singkat.

”Dia hanya berlatih tiga tahun untuk bisa mendapatkan catatan waktu 10,18 detik. Itu luar biasa,” kata Fadlin kepada Lombok Post (Jawa Pos Group), Senin (16/7).

“Saya saja yang sudah lama di pelatnas, tak bisa mencatatkan waktu setajam itu,” ujarnya.

Zohri terbilang atlet muda bertalenta. Di umur 18 tahun, dia sudah bisa mendekati catatan waktu pemegang rekor nasional Suryo Agung yang mencatatkan waktu 10, 17 detik.

Suryo mendapatkan catatan waktu terbaiknya saat berumur 24 tahun. Sementara Zohri membukukan catatan waktu 10,18 detik di umur 18 tahun. ”Bisa-bisa Zohri menjadi sprinter tercepat sepanjang masa di Indonesia,” ujarnya.

Fadlin sangat yakin rekor itu bisa dipecahkan Zohri. Dia mengetahui bagaimana tekad yang dimiliki Zohri. ”Kalau curhat sama saya, pasti tujuannya adalah mengalahkan rekor nasional. Itu cita-citanya,” kata Fadlin.

Menurutnya, itu bisa saja terwujud. Zohri hanya butuh 0,02 detik lebih cepat dari catatan waktu di Kejuaraan Dunia untuk melampaui rekor nasional. ”Rekor Suryo sudah bertahan sembilan tahun. Hanya Zohri yang bisa pecahkan rekor itu,” bebernya.

Dilihat dari hasil kejuaraan dunia, banyak yang perlu dievaluasi kedepannya. Terutama pada awal 40 meter pertama. Dari analisanya, start Zohri sudah ada perubahan. Tapi, menurut Fadlin, dia perlu memperbaiki ketika keluar dari start. ”Kalau sudah keluar dari start, larinya masih lamban,” jelasnya.

Tak hanya itu, badannya juga belum terlihat sempurna di awal 40 meter. Jadi, terlihat sedikit goyang. ”Itu yang masih dicarikan solusinya oleh pelatih,” kata Fadlin.

Kalau itu bisa diperbaiki, Zohri semakin cepat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, Zohri bisa berlari dengan catatan waktu 9 detik. ”Pasti akan mengarah ke catatan waktu yang lebih tajam,” ujarnya.

Dia butuh waktu dua tahun lagi untuk bisa berlari lebih cepat. Namun itu semua tergantung Zohri, apakah punya tekad yang kuat untuk mempertajam catatan waktunya.

”Semua bisa terjadi dan saya yakin Zohri bisa menjadi pemegang rekor nasional sepanjang masa jika catatan waktunya tembus kepala 9 detik,” pungkasnya.[jpnn]

Loading...
loading...