Rupiah Bergejolak, Asing Tarik Rp 800 M dari Pasar Saham

Rupiah Bergejolak, Asing Tarik Rp 800 M dari Pasar Saham

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp 800 miliar di pasar saham sepanjang minggu ini. Dengan demikian, jual bersih investor asing sepanjang tahun 2018 telah mencapai Rp 50,9 triliun, jauh melampaui jual bersih sepanjang tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 39,9 triliun.

Lima besar saham yang paling banyak dilepas investor asing sepanjang pekan ini diantaranya: PT Bank Tabungan Negara Tbk/BBTN (Rp 332 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 235,4 miliar), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 191,4 miliar), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 182,3 miliar), dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk/INKP (Rp 151 miliar).

Seperti yang dapat dilihat di atas, saham-saham yang banyak dijual oleh investor asing didominasi oleh saham-saham emiten perbankan. Hal ini terjadi lantaran kinerja keuangan yang mengecewakan.

Untuk periode kuartal-II 2018, laba bersih per saham BBTN tercatat hanya sebesar Rp 69, jauh di bawah konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar Rp 82,5.

Kemudian, BMRI membukukan laba bersih sebesar Rp 6,32 triliun sepanjang kuartal-II, mengalahkan konsensus yang sebesar Rp 6,11 triliun. Namun, ada kekhawatiran mengenai pos pendapatan bunga bersih (net interest income) yang tak bisa memenuhi ekspektasi analis. Sepanjang kuartal-II, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 13,3 triliun, cukup jauh di bawah konsensus yang sebesar Rp 13,75 triliun.

Turunnya pendapatan bunga bersih merupakan hasil dari menipisnya marjin bunga bersih (net interest margin) perusahaan. Pada kuartal-II, marjin bunga bersih turun menjadi 5,7%, dari yang sebelumnya 5,88%.

Sebagai catatan, pendapatan bunga bersih merupakan 'nyawa' utama dari operasional sebuah bank. Ketika pendapatan bunga bersih tak mampu memenuhi ekspektasi investor, ada ekspektasi bahwa kinclongnya bottom line perusahaan tak akan berlangsung lama.

Untuk BBNI, kinerja keuangan perusahaan sebenarnya terbilang kinclong. Laba bersih BBNI sepanjang kuartal-II tercatat sebesar Rp 3,79 triliun, lebih tinggi dari konsensus yang sebesar Rp 3,61 triliun. Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 8,95 triliun, juga di atas konsensus yang sebesar Rp 8,77 triliun. Sementara itu, BBRI belum merilis laporan keuangan kuartal-II hingga saat ini.

Namun, mengecewakannya kinerja keuangan BBTN dan BMRI telah sukses membuat investor asing menghindari saham-saham emiten perbankan secara keseluruhan.

Kemudian, aksi jual investor asing juga dimotori oleh pelemahan rupiah. Dalam 5 hari perdagangan di minggu ini, rupiah melemah hingga 0,7% terhadap dolar AS di pasar spot, dari Rp 14.375/dolar AS menjadi Rp 14.475/dolar AS. Rupiah lantas menjadi mata uang dengan performa terburuk di kawasan Asia.

Ketika rupiah melemah, berinvestasi dalam instrumen berbasis rupiah memang menjadi kurang menarik, lantaran ada potensi kerugian kurs yang harus ditanggung.

Pelemahan rupiah utamanya dimotori oleh faktor eksternal yakni semakin mencuatnya persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan sebanyak 4 kali pada tahun ini oleh the Federal Reserve. [cnbc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita