Kisah Kakek Penjual Kerupuk, Mengidap Penyakit Asma, Kaki Kanannya Patah dan Sebatang Kara
logo

21 Juli 2018

Kisah Kakek Penjual Kerupuk, Mengidap Penyakit Asma, Kaki Kanannya Patah dan Sebatang Kara

Kisah Kakek Penjual Kerupuk, Mengidap Penyakit Asma, Kaki Kanannya Patah dan Sebatang Kara


GELORA.CO - Seorang pengguna Facebook membagikan kisah seorang kakek yang ia temui di jalan.

Akun Afrida Ningsiih ini mengunggah sejumlah foto dan video serta tulisan pengalaman dirinya pada Kamis (12/7/2018).

Unggahannya ini pun mendapatkan 8,1 ribu komentar dan 18 rb kali dibagikan.

Diketahui dari caption yang dituliskan Afrida, kakek tersebut berada di Medan.

Berikut ini caption yang dituliskan Afrida.

"Assalamualaikum.. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan serta umur yang panjang.

Aku ingin berbagi kisah pada teman teman semua.

Semalam sekitar pukul 11.30, aku baru saja mejukan motor ku dari umsu jl Muchtar Basri menuju rumah ku.

Baru sekitar 10 menit motor ku melaju di jalan Al falah aku melihat suatu pemandangan yg membuat sesuatu dihatiku bangkit, aku berhenti.

Disebelah ku ada seorang kakek dengan tubuh kurus nya memikul 1 kantung krupuk kulit.

Namun ada yang tidak beres dengan nafas nya, dia terlihat tersengal-senggal.

Kemudian dari saku nya ia keluarkan alat bantu, sebuah inhaler mungil berwarna biru.

Masyallah beliau mengidap penyakit asma.

Aku mengajak beliau duduk di sebuah ruko yang tutup.

Aku memperhatikan beliau.

Mata nya yang sangat sayu badannya yang layu dan satu lagi.

Kaki sebelah kanan nya juga patah.

Beliau berjalan pelan dengan terseok Seok.

Namun tetap dengan mulut yang terus bertasbih.

Dan aku mulai mengajak nya mengobrol.

Meski sesekali ia menghisap lagi inhaler kesayangan nya.

Ia memulai ceritanya, kesedihan mendalam karena hidup sebatang kara, ditambah lagi dengan meninggal nya sang pujaan hati 16 tahun yang silam, tidak diberikan keturunan hingga tidak memiliki tempat tinggal.

Namun ujian itu malah menjadikan kakek 86 tahun itu semakin tawakal.

"Buat apa kita takut menjalani semua ini nak? Allah tidak pernah meninggalkan kita" begitulah kalimat singkat yang sekali lagi membuat hati ku bergetar.

Aku bertanya lagi tentang dagangan yang ia ambil dari agen kerupuk kulit yang teras rumahnya ia tumpangi untuk tempat berteduh.

"Harga nya 5000 nak, kakek ngambil 4000 sama agen nya, jadi sama kakek 1000" seluruh otot di tubuhku lemas seketika.

Pandangan yang buram, badan yang sudah mulai rapuh, kaki nya patah tak menghalangi nya.

Beliau masih saja bercerita... Namun kulihat air mata nya menetes.

Aku bertanya kenapa, dan beliau menjawab "Enggakpapa nak, kakek sedih aja, hidup sebatang kara. Sendirian ga punya anak, sekali ini kakek ketemu kamu.. akhirnya selama 86 tahun kakek baru dapat cucu, kamu nak. semoga kakek masih bisa bertemu kamu" begitulah kalimatnya yang membuat tangis ku pecah.

Seseorang kakek yang merindukan ku, seorang kakek yang menggenggam tangan ku erat.

Kami berpelukan dengan tangis masing masing.

Aku begitu merasakan kesusahan dan kesepian yang ia alami.

Disini saya ingin memohon kepada teman teman semua untuk kiranya membantu beliau.

Misalnya membeli dagangan nya atau memberinya makanan dan minuman.

Beliau tinggal di pasar 3 Tembung jalan Datuk abu. Karena menjajakan dagangan nya dengan keliling.

Beliau sering berjualan di pandang bulan, A.yani, dan sesekali di Umsu (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara).

Mohon maaf apabila posting saya tidak berkenan di hati teman teman.. saya ucapkan terimakasih.. #umsu #medan #sumut #deliserdang #anaktembung #anakbatangkuis #yukbantu #kaumduafa #pemkotmedan #sinpangjodoh #mulimayobantu," tulis akun Facebook Afrida.


Hal ini pun juga mendapat perhatian dari pekerja sosial, Cak Budi.

Melalui Instagram miliknya, Cak Budi pun meminta bantuan teman-teman di akunnya untuk bisa membantu mempertemukannya dengan kakek tersebut.

"YANG BISA BANTU SAYA BERTEMU BELIAU....DM ya.

Kisah pilu kakek sebatang kara bikin hati ingin menangis sekeras-kerasnya.

#medan Kakek ini mengalami patah kaki dan penyakit asma.

Wanita itu bertanya, kenapa tidak di rumah aja kek ?

kakek : istri sudah meninggal dan saya tidak punya anak....

Hidup pun menumpang sama orang.

“ SAYA TERIMA SEMUA YANG ALLAH KASIH SAMA SAYA...,,,JANGANLAH MENGELUH DENGAN PEMBERIAN ALLAH.., HARUS TABAHKAN IMAN DI DADA “ kata-kata kakek membuat saya semakin terluka rasanya terkoyak koyak hati ini ya Allah.

Ya Rabb sehatkan beliau, bahagiakan beliau dengan cara-Mu yang sangat sempurna, panjangkan umur serta berikanlah keberkahan umur beliau, Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Lokasi kakek ini bisa kita dapati di Jalan Al Falah Raya Kota Medan.

Nb : Cak Budi hanya bantu menyebarkan yaa...

SEMOGA ALLAH IJINKAN SAYA BERTEMU BELIAU,, Aamiin ya Allah.," tulis Cak Budi.


Loading...
loading...