logo

23 Juli 2018

Jokowi-Moeldoko Diyakini Bisa Diterima Koalisi Pendukung

Jokowi-Moeldoko Diyakini Bisa Diterima Koalisi Pendukung


GELORA.CO - Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dipandang tandem ideal petahana Jokowi pada Pemilihan Presiden  2019.

"Dengan posisi Pak Moeldoko sebagai seorang militer dan mantan Panglima TNI, hal ini akan menjadi keuntungan," tutur Sekjen Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI)  M Adnan Rarasina.

Adnan menjelaskan, Renas 212 JPRI memiliki banyak pertimbangan. Berasal dari militer, menurut Adnan, Moeldoko sangat dekat dengan berbagai latar belakang. Moeldoko juga memiliki kedekatan dengan kalangan umat muslim. Sebab, merunut dari sejarahnya, TNI di masa kelahirannya merupakan anak kandung rakyat. TNI ini didirikan oleh laskar-laskar dengan latar kiai, ulama, dan santri.

"Pak Moeldoko ini sangat memahami proses berdirinya NKRI. Memahami jika kebangsaan, Indonesia, dan Islam adalah satu kesatuan. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan untuk menjaga tegak dan keutuhan NKRI," jelasnya. 

Sebagai figur seorang militer yang paripurna, lanjut Adnan, Renas 212 JPRI percaya Moeldoko akan berdiri seimbang, mengayomi dua pilar penting dan menjaga keutuhan NKRI. 

"Kami sangat percaya dan meyakini bila Pak Moeldoko ini bisa diterima di kalangan Islam. Pak Moeldoko juga bisa masuk ke latar belakang lainnya. Tentu hal ini akan membuat posisi semakin solid," kata Adnan.

Bukan hanya kalangan agamis, Moeldoko juga diyakini bisa diterima partai koalisi pendukung Jokowi. Sebab, Indonesia membutuhkan sistem pemerintahan kuat dan merangkul guna menyelesaikan semua program pembangunan, pemerataan, dan tumbuhnya ekonomi baru di daerah. Belum lagi Indonesia ini harus menegaskan kembali cara pandang bernegara melalui Pancasila.

"Diskusi panjang juga sudah dilakukan Renas 212 JPRI sejak Mei 2018. Kami juga menyerap aspirasi dari berbagai daerah hingga dapat kesimpulan. Duet Jokowi-Moeldoko pada Pilpres 2019 yang paling tepat," tegas Adnan.[rmol]

Loading...
loading...