Fahri Hamzah Meminta Jokowi Telepon Putin untuk Mencari Ratusan Korban yang Hilang
logo

4 Juli 2018

Fahri Hamzah Meminta Jokowi Telepon Putin untuk Mencari Ratusan Korban yang Hilang

Fahri Hamzah Meminta Jokowi Telepon Putin untuk Mencari Ratusan Korban yang Hilang


GELORA.CO - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah turut angkat bicara soal ratusan korban tenggelam yang hilang dalam insiden kecelakaan kapal.

Seperti diketahui, sebanyak 164 orang masih dinyatakan hilang atas insiden kecelakaan KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada 18 Juni lalu.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut Fahri sampaikan melalui akun Twitternya pada Rabu (4/7/2018).

Awalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunggah foto dirinya saat meninjau pengerjaan saluran irigasi persawahan.

@jokowi: Hamparan sawah yang luas dan produktif ada di Wajo, Sulawesi Selatan. Maka program Padat Karya Tunai di sana berupa pengerjaan saluran irigasi.

Ini di Kelurahan Mappadaelo, Wajo, saat para warga membangun saluran sepanjang 300 meter, kemarin.

Fahri pun langsung mengomentari postingan Jokowi dengan meminta agar Jokowi mencari ratusan korban yang hilang.

Fahri Hamzah bahkan menyuruh Jokowi untuk menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta tolong bantuan teknologi yang mereka miliki di Danau Baikal.

Tak hanya itu, Fahri juga menyuruh Jokowi untuk menghubungi Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meminjam kapal selam.

@Fahrihamzah: Pak, 

Ratusan rakyat hilang....

Pak, 

Ribuan mata sembab memohon tindakan yang lebih besar....

Telepon Putin minta tolong teknologi mereka si danau baikal...

Kontak Macron pinjam kapal selam kecil dan carilah rakyatmu...


Diberitakan sebelumnya, pencarian dan evakuasi terhadap korban KM Sinar Bangun telah dihentikan secara nasional pada Selasa (3/7/2018).

Dikutip Kompas.com, Untuk memberikan penghormatan, digelar prosesi tabur bunga oleh keluarga korban.

Selain itu juga dilakukan peletakan batu pertama berisi nama-nama para korban.

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan mengatakan meski awalnya banyak yang tidak terima, akhirnya keputusan penghentian telah disetujui oleh semua pihak, khususnya keluarga korban.

"Kemarin sempat ada perdebatan, tapi lama-lama mereka menyadarinya," ucap Budi.

Apakah seluruh operasi pencarian dan penyelamatan korban akan berhenti total? Dia menjawab tidak.

Secara nasional memang ini menjadi hari terakhir, namun pihak Sumatera Utara tetap akan melakukan operasi rutin yang dilakukan Pol Air dan Lanal.

"Tim organik daerah tetap melakukan pencarian, operasi rutin dan patroli.

Kapal-kapal kita tetap bergerak, Sumatera Utara-lah, khususnya Parapat- Danau Toba. Ada kantor kita juga di sini," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rekaman remotely operated vehicle (ROV) di kedalaman 450 meter Danau Toba pada operasi pencarian korban hari ke-11 menyebutkan, posisi bangkai KMP Sinar Bangun ditemukan sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Tigaras.

Dugaan ini diperkuat dengan terlihatnya beberapa sepeda motor, bagian-bagian kapal, dan mayat korban.

Akan tetapi untuk pengangkatan bukanlah hal yang mudah.

Oleh karenanya, banyak pihak yang akhirnya setuju evakuasi dihentikan.

Dikutip TribunMedan, Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan jika sudah ada 100 keluarga korban yang sudah setuju untuk penghentian evakuasi.

"Saya sudah jelaskan kepada keluarga korban, alat untuk mengangkat korban ada, tapi butuh waktu satu bulan. Jadi, ada 100 lebih masyarakat yang memutuskan dihentikan tapi diminta dibangun tugu (monumen)," ujar JR Saragih di hadapan Menteri Maritim Luhut Binsar Panjaitan di Posko Basarnas Bencana KM Sinar Bangun di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (2/7/2018).

Diktahui, proses pencarian pertama dilaksankaan 18 hingga 24 Juni 2018.

Perpanjangan masa pencarian pertama 25 sampai 27 Juni 2018.‎

Kemudian, perpanjangan masa pencarian untuk kedua kalinya, 28 hingga 30 Juni 2018.

Untuk perpanjangan pencarian ketiga kalinya, 1 sampai 3 Juli 2018.

‎Sampai hari ini pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 24 orang.

Dimana, 21 orang berhasil selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia.

Serta 164 orang masih dinyatakan hilang di perairan Danau Toba.[tribun]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...