Soal Kasus Novel Baswedan, Andi Arief: Kawan-kawan Lama Saya di Sekitar Kekuasaan Membisu

Soal Kasus Novel Baswedan, Andi Arief: Kawan-kawan Lama Saya di Sekitar Kekuasaan Membisu

Gelora News
facebook twitter whatsapp

www.gelora.co – Mantan staf khusus kepresidenan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief memberikan komentar terkait kasus penyiraman air keras yang dialami oleh penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Komentar tersebut diungkapkan Andi melalui akun Twitter @AndiArief__, Minggu (24/6/2018).

Menurut Andi, dalam kasus Novel Baswedan, kawan-kawan lamanya di sekitar kekuasaan membisu.

Kawan yang dimaksudkan Andi tersebut membisu karena membela kekuasaan.

“Bahkan dalam kasus penyiraman air keras pada Novel Baswedan, kawan2 lama saya di sekitar kekuasaan membisu hanya karena membela kekuasaan,” tulis @AndiArief__.


Sebelum menuliskan tweet tersebut, Andi juga mengatakan bahwa demokrasi itu tidak penting.

Karena menurut Andi, yang lebih penting adalah berkuasa atau memiliki akses ke kekuasaan.

Itulah prinsip kawan-kawan Andi yang ia sebutkan dalam tweet yang sama dengan komentarnya terkait Novel Baswedan.


Namun Andi tidak menyebutkan secara rinci siapa yang dimaksud kawan lamanya itu.

Sementara itu, dikutip Tribunwow.com dari Kompas.com, Novel Baswedan masih sering mendapatkan ancaman.

Hal itu terjadi saat ia pertama kali kembali ke Indonesia, setelah hampir setahun mendapat perawatan mata di Singapura.

“Itu pun saya pulang dari Singapura, saya masih diancam, kok,” ujar Novel, saat ditemui di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6/2018).

Novel mengungkapkan, pada 22 Februari 2018 lalu, orang yang diduga pelaku penyiraman air keras berada tepat di seberang kali yang berada di depan rumahnya.

Menurut Novel, hal ini membuktikan bahwa penanganan kasus penyiraman air keras yang selama ini diselidiki Polri belum maksimal.

Novel masih berkeyakinan ada oknum jenderal polisi yang berada di balik serangan terhadapnya.[tn]

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita