logo

3 Juni 2018

Rachland Nashidik Ingat Ucapan Goenawan Mohammad soal "Negeri Ini Jangan Jatuh ke Tangan Preman"

Rachland Nashidik Ingat Ucapan Goenawan Mohammad soal "Negeri Ini Jangan Jatuh ke Tangan Preman"


www.gelora.co - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik menuliskan cuitan soal ucapan Goenawan Mohammad.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @RachlanNashidik yang ia tuliskan pada Sabtu (2/6/2018).

Menanggapi hal itu, Rachland Nashidik menginggat kasus majalah Tempo yang digeruduk.

Saat itu, Tommy Winata mengadukan Goenawan Mohammad yang mengatakan negeri ini jangan jatuh ke tangan preman.

Menurutnya, saat ini tidak ada yang berani mengatakan hal yang sama seperti Goenawan Mohammad.

Setelah itu, Rachland Nashidik membahas soal kader PDIP yang menggeruduk radar Bogor.

"Dulu TEMPO digeruduk. Tommy Winata mengadukan @gm_gm karena berseru: "Negeri ini jangan jatuh ke tangan preman".

Kini orang tak berani bilang yang sama, kendati seruan itu benar, tentang massa PDIP menggeruduk Radar Bogor. Tidak juga Goenawan.

PDIP lebih ngeri dari preman?," tulisnya.

Cuitan Rachland Nashidik (twitter)

Diketahui sebelumnya, Kader PDI-P marah dengan pemberitaan yang diterbitkan media Radar Bogor yang dianggap menyinggung Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, terkait gaji BPIB.

Sebelumnya, Radar Bogor menerbitkan koran hari Rabu (30/5/2018) dengan headline 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta'.

Koran Radar Bogor (Wartakota)

Akibatnya, sejumlah massa dari simpatisan dan kader PDI Perjuangan menggeruduk dan melakukan demo di kantor Radar Bogor Jalan. KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Taman Yasmin, Kota Bogor.

"Jadi setengah empat tadi, sekitar puluhan orang terus masuk ke lobi rame-rame kemudian sekitar 10 orang perwakilan itu langsung ke lantai 4 mediasi," kata salah satu saksi, karyawan Radar Bogor Andhika (25) Rabu (30/5/2018) dikutip dari Wartakota.

Sekretaris DPC PDIP Kota Bogor, Atty Soemadikarya yang sempat mendatangi kantor redaksi Radar Bogor meminta penjelasan terbuka terkait judul tersebut.

Menurut Atty, judul berita "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta" edisi hari ini mengandung unsur tendensius.

Ia menambahkan bahwa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tidak pernah menerima gaji seperti yang diberitakan.[tn]

Loading...
loading...