Di Kampung Akuarium, FARI Bahas 2019 Pasca Jokowi
logo

10 Juni 2018

Di Kampung Akuarium, FARI Bahas 2019 Pasca Jokowi

Di Kampung Akuarium, FARI Bahas 2019 Pasca Jokowi


www.gelora.co - Forum Aspirasi Rakyat Indonesia (FARI) menggelar Tausiyah Kerakyatan bertajuk #2019IndonesiaPascaJokowi di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/6).

Menurut Ketua FARI, Lieus Sungkharisma, Tausiyah Kerakyatan #2019IndonesiaPascaJokowi digelar karena melihat kondisi bangsa yang kian memprihatinkan dan begitu banyak persoalan baik di bidang ekonomi, sosial, politik, hukum, dan keamanan yang tak mampu diselesaikan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karenanya Lieus menyebut, FARI tergerak untuk merangkul semua tokoh yang peduli akan nasib bangsa Indonesia, agar bisa berkumpul, bersatu, dan menyuarakan kebenaran ke seluruh pelosok negeri demi tujuan yang sama, yakni 2019 ganti presiden.

"Kami hari ini menyelenggarakan Tausiyah Kerakyatan yang nantinya juga akan melakukan sejumlah dialog kebangsaan, demi menghadirkan pemimpin yang bisa membawa bangsa ini keluar dari berbagai persoalan yang tak mampu diselesaikan Pak Jokowi," kata Lieus.

"Intinya kami yang hadir sudah satu suara, bahwa Pak Jokowi cukup sampai di sini," sambungnya.

Secara khusus, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) ini menjelaskan, alasan pihaknya fokus pada bagaimana menata bangsa setelah kepemimpinan Jokowi berakhir di 2019, sebab mayoritas rakyat Indonesia menginginkan hadirnya pemimpin baru, sehingga hampir dipastikan petahana hanya satu periode.

"Aspirasi masyarakat yang menginginkan #2019GantiPresiden makin menguat dan semakin hari semakin membesar bagai air bah yang tak terbendung," tegasnya.

Acara ini dihadiri para tokoh dari berbagai kalangan yang memperjuangkan gerakan #2019GantiPresiden, seperti Amien Rais, Fadli Zon, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, Habib Umar Al Hamid, Zeng Wei Jian, Neno Warisman, dan tokoh-tokoh lainnya. 

Acara ditutup dengan buka puasa bersama ratusan warga Kampung Akuarium yang menjadi korban penggusuran di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).[rmol]

Loading...
loading...