logo

18 Mei 2018

Sidang Ketua JAD Bom Thamrin di PN Jaksel, Situasi Tegang

Sidang Ketua JAD Bom Thamrin di PN Jaksel, Situasi Tegang


www.gelora.co - Ketua JAD Aman Abdurrahman alias Oman Rachman kembali menjalani sidangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sebelumnya, sidang tersebut sejatinya digelar Jumat (11/5/2018) pekan lalu. Namun terpaksa ditunda dikarenakan kendala teknis.

Saat itu, jaksa penuntut umum tidak bisa menghadirkan Oman Rachman.

“Mudah-mudahan sesuai jadwal yang sudah diatur,” kata Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur kemarin.

Peristiwa bom di Thamrin beberapa waktu lalu

Untuk pengamanan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan bahwa tidak ada persiapan khusus.

“Koordinasi belum dilakukan. Namun, setiap hari pihak kepolisian dari polsek selalu menjaga dan berada dalam Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” papar Guntur.

Sementara itu, Asludin Hatjani, pengacara Amman, menjelaskan bahwa kliennya akan hadir dalam sidang tuntutan.

“Insya Allah, Amman akan hadir,” ucapnya.



Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombespol Indra Jafar menjelaskan, pengamanan tetap dilakukan dalam persidangan.

“Nanti ada pengamanan khusus,” kata dia.

Untuk diketahui, Aman Abdurrahman alias Oman Rachman adalah salah satu napi yang menghuni rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Oman sendiri disebut-sebut menjadi pimpinan ISIS di Indonesia.

Di sisi lain, Oman sendiri dikenal sebagai pengagum ISIS dan tokoh ideologis pendukung Al Qaidah Abu Muhammad al-Maqdisi.

Ia juga diketahui mulai aktif berdakwah dalam kelompok Tauhid Wal Jihad sejak 2004 lalu.

Oman tercatat juga pernah divonis pidana penjara dalam kasus peledakan bom rakitan di rumah kontrakan Oman di kawasan Cimanggis pada 2004 silam.

Dalam empat tahun masa tahanan itu, Oman lantas menerjemahkan tulisan Abu Muhammad al-Maqdisi yang kemudian diedarkan secara luas olehnya.

Selain melalui ceramah dan fotokopi, terjemahannya itu juga disebarkannya melalaui laman millahibrahim.com.

Namanya lantas kian berkibar setelah ISIS resmi dideklarasikan di Suriah karena itu diduga kuat menjadi pelopor lahirnya ISIS Indonesia.

Ia juga disebut-sebut memfasilitasi dan memberangkatkan anggota dan pengikutnya ke Suriah.[psid]

Loading...
loading...