10 April 2018

Ngeri, Korban Pelaku Penipuan Ritual Seks Menyimpang Mulai Pejabat Hingga TNI

Ngeri, Korban Pelaku Penipuan Ritual Seks Menyimpang Mulai Pejabat Hingga TNI

www.gelora.co -  SS, pelaku penipuan berorientasi seksual menyimpang mengakui seluruh perbuatannya. Aksi nekat pelaku dilakukan sejak tahun 2014 lalu dengan sasaran korban PNS, pejabat, TNI dan Polisi. 

"Sebetulnya itu bukan perintah dari calon wakil gubernur, itu hanya akal-akalan saya saja, pokoknya tahu-tahu seperti ada yang membisiki dan memerintahkan untuk melakukan itu," kata pelaku saat di Mapolres Trenggalek, Selasa (10/4/2018).

Ia mengaku nekat melakukan aksi penipuan melaui sambungan telepon dan pesan pendek karena didorong oleh hasrat seksual yang menyimpang. Hasrat tersebut baru tersalur setelah tersangka menipu korbannya untuk melakukan ritual menyimpang. 

"Yang penting saya sudah memerintahkan untuk ritual itu, saya sudah puas," ujar SS kepada wartawan. 

Pensiunan PNS di Kediri ini menjelaskan, ia menderita kelainan seksual sejak lama, terlebih pasca berpisah dengan pasangannya 35 tahun lalu. Pelaku memastikan diri tidak mengikuti ilmu khusus, sehingga para korban mengikuti seluruh perintahnya hanya melalui telepon maupun SMS. 

SS menambahkan, aksi aneh yang dilakukan sejak tahun 2014 tersebut telah memakan korban lebih dari 100 orang. Seluruhnya merupakan PNS, pejabat, TNI serta Polisi. SS mendapatkan nomor telepon kantor pribadi korbannya melalui 108. 

"Saya tidak setiap hari menelepon, hanya pada saat dorongan (seksual) itu muncul saja," jelas SS. 

Tersangka kini harus mendekam di Polres Trenggalek dan dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dengan denda Rp 750 juta. 

Dalam menjalankan aksinya tersangka menelepon korbannya dengan mengatasnamakan pejabat tertentu. Selanjutnya korban diminta untuk melakukan ritual menyimpang, seperti melumuri tubuh dengan tinta printer dan menggosok dengan baja pembersih panci, menato wajah serta beberapa modus lainnya. 

"Dia sudah melakukan aksi tersebut sudah bertahun-tahun. Dari data kami tercatat ada 174 korban yang sudah ia kelabuhi. Sebetulnya dia hanya ingin mendapatkan kepuasan seks yang menyimpang itu tadi," jelas Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra.

Menurutnya, selama menjalankan aksi, tersangka belum pernah bertemu langsung dengan para korbannya, namun hanya berkomunikasi dengan melalui sambungan telepon dan pesan pendek. (dtk)

under construction
loading...