10 April 2018

Jelang Setahun Kasus Novel, Belum Ada Kepastian Jokowi Bentuk TGPF

Jelang Setahun Kasus Novel, Belum Ada Kepastian Jokowi Bentuk TGPF


www.gelora.co - Presiden Joko Widodo masih bergeming atas desakan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. Padahal, kasus Novel akan genap satu tahun pada Rabu (11/4) esok.

Menurut juru bicara Presiden Johan Budi SP, Jokowi pernah mengatakan dirinya akan membentuk TGPF setelah dapat penjelasan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Namun, Johan Budi nelum mengetahui perkembangan lebih lanjutnya.

"Saya belum nanya lagi. Harusnya kamu ke Presiden langsung. Kan waktu itu janjinya beliau kan setelah dapat penjelasan dari Kapolri," kata Johan Budi di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat, Senin (10/4).


"Pak Kapolri sudah bertemu Presiden. Waktu itu, aku lupa, beberapa waktu lalu," lanjut mantan pimpinan KPK itu.

Namun saat Kapolri menghadap Presiden itu, Johan Budi menegaskan tak dibicarakan soal kasus Novel. Yang pasti, pembentukan TGPF harus lebih dulu mendengarkan laporan Kapolri.

"Waktu itu Pak Presiden pas ditanya akan memanggil Pak Kapolri sebelum memutuskan apakah dibentuk (TGPF) atau tidak. Dia ingin mendengarkan Pak Kapolri progresnya seperti apa. Nah, setelah statement itu Pak Kapolri dipanggil. Saya belum nanya lagi tuh," beber Johan Budi.

Sementara Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan pemerintah tetap berkomitmen untuk menuntaskan kasus Novel. Bila ada yang ragu dengan komitmen Jokowi, Moeldoko minta agar mereka mendorong kasus ini diselesaikan.

"Teteplah (komitmen). Komitmen Presiden tidak berubah. Ya LSM juga ikut dorong juga dong," ungkap Moeldoko.


Senada dengan Johan Budi, Moeldoko menegaskan komunikasi antara Jokowi dan Tito Karnavian soal Novel masih berlanjut. Namun Moeldoko tak mengetahui apakah dalam komunikasi itu Jokowi memberikan tenggat waktu penyelesaian kasus kepada Tito Karnavian.

"Tetaplah, kita tetap tidak berubah (KSP). Pemerintah dalam komitmen untuk menyelesaikan masalah itu. (Komunikasi) pasti ada. Hanya, soal spesifik, saya tidak tahu. Nah itu, makanya itu, Presiden yang lakukan ke Kapolri, pasti," tutur Moeldoko.[kmp]

under construction
loading...