20 Maret 2018

Wasekjen PAN Ke Luhut: Kenapa Mesti Marah Dan Mengancam? Nanti Orang Menduga Ada Yang Disembunyikan

Wasekjen PAN Ke Luhut: Kenapa Mesti Marah Dan Mengancam? Nanti Orang Menduga Ada Yang Disembunyikan

www.gelora.co - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai sikap pemerintah yang ditunjukkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan justru bakal membangun persepsi negatif terhadap program sertifikasi tanah Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah, menurut dia, seharusnya introspeksi dan kalau kritik Amien Rais dinilai salah, sampaikan dengan benar bukan dengan marah-marah.

"Kalau ditanggapi dengan marah dan diiringi ancaman, orang bisa salah persepsi. Kenapa mesti marah dan mengancam? Jangan sampai orang justru menduga ada yang salah atau disembunyikan di balik program itu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/3).

Menurutnya, harusnya rakyat yang marah kepada pemerintah. Sebab, banyak kesenjangan yang ditunjukkan dengan banyaknya rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan, juga banyak yang belum memiliki tanah. Dia mengkritik sikap pemerintah yang berlebihan dalam pemberian sertifikat tanah.

"Kalau mau fair, selain menunjukkan pembagian sertifikat tanah di mana-mana, mestinya pemerintah juga menunjukkan berapa banyak lagi warga negara yang tidak memiliki tanah. Kalau warga yang sudah punya tanah, lalu dikasih sertifikat, itu biasa saja. Memang itulah tugas pemerintah. Kan tidak mungkin pihak di luar pemerintah yang mendata dan membuat sertifikat," kata Saleh.

Diberitakan sebelumnya, politikus senior Partai Amanat Nasional Amien Rais menyindir Presiden Joko Widodo soal program bagi-bagi sertifikat tanah. Amien menyebut ini pembohongan. Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan pun tak terima.

Luhut marah menanggapi pernyataan Amien Rais ini. Dia mengancam balik akan membuka dosa-dosa yang dimiliki mantan Ketua MPR itu.

"Kau merasa paling bersih, kamu boleh ngomong. Tapi dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam saja lah. Tapi jangan main-main. Kita bisa cari dosamu sampai dapat," ancam Luhut. (ma)

under construction
loading...