30 Maret 2018

Sentil Politik Uang, Prabowo: Terima Saja, Urusan Memilih Serahkan Pada Hati Nurani

Sentil Politik Uang, Prabowo: Terima Saja, Urusan Memilih Serahkan Pada Hati Nurani

www.gelora.co - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyentil mengenai praktik politik uang pada saat pelaksaan pemilihan kepala daerah. Menurutnya apabila ada calon yang membagi-bagikan sembako atau uang, terima saja. Urusan memilih, serahkan pada hati nurani. Jangan memilih karena utang budi.

Hal itu ia sampaikan di hadapan seribuan kader dan simpatisannya di Hotel Sutan Raja Soreang, Jumat (30/3/2018).

"Kalau ada orang yang hendak membohongi rakyat kita lagi, jangan mau dibohongi. Buktikan sebagaimana yang kita buktikan, di DKI mereka mau bagi-bagi sembako, rakyat miskin malah menolak sembakonya, tidak mau diterima. Tapi kalau saya, saya anjurkan dibagi ya terima. Kenapa? Ya rezeki," katanya.

Meski menerima pemberian para calon, Prabowo menegaskan jangan mau diatur. Memilih harus sesuai hati nurani. "Dibagi ya terima tapi jangan mau diatur oleh mereka-mereka itu. Memilih harus sesuai hati nurani," ujarnya yang disambut uplaus oleh seribuan kader dan simpatisannya yang hadir.

Untuk di Pilgub Jabar, Prabowo memastikan pasangan Sudrajat-Syaikhu adalah yang terbaik. Ia menyatakan akan memilih keduanya di Pilgub Jabar nanti.

"Tapi itu harus keputusan Anda semua, itu harus dari dalam hati mu, tapi percayalah tidak mungkin Gerindra dan Prabowo memilih orang-orang yang tidak benar," tandasnya.

Prabowo kembali menyinggung mengenai money politik yang masih marak setiap ada pemilu di Indonesia. Namun ia mengingatkan kekuasaan berada di tangan rakyat, jangan mau dipermainkan.

"Kekuasaan rakyat ini, yang sering oleh elite di sana sering dipermainkan, rakyat dibagi-bagi sembako. Bagi-bagi duit suruh utang Budi," sentilnya.

Prabowo kembali menyatakan apabila ada yang bagi-bagi uang ataupun sembako di masa Pilkada serentak ini, jangan ditolak.

"Rezeki kok di tolak, ada yang ngasih duit ambil aja, enggak usah utang budi, karena itu adalah uang rakyat Indonesia dibagi-bagi. Dia nyolong uang itu, dia curi uang itu, lalu dibagi-bagi sedikit kepada kalian dan kalian disuruh berterimakasih, enak aja!" tandasnya. (dtk)

under construction
loading...