16 Maret 2018

Kisah Pilu TKI Asal Aceh, Ditemukan Linglung Tidur di Emperan Toko Negeri Jiran

Kisah Pilu TKI Asal Aceh, Ditemukan Linglung Tidur di Emperan Toko Negeri Jiran


www.gelora.co - Cerita tentang perjuangan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri memang tak ada habisnya.

Ada yang sukses saat mengadu nasib di negeri orang, tapi banyak pula yang mengalami kisah pilu.

Baru-baru ini, hal yang tak menyenangkan menimpa seorang pemuda Aceh yang bekerja di Malaysia.

Namanya Yusri (30, warga Kabupaten Aceh Barat Daya. Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Yusri baru sebulan merantau ke Negeri Jiran itu.

Namun, beberapa waktu Yusri di Malaysia, keluarganya kehilangan kontak atau sama sekali tak bisa berkomunikasi dengan Yusri.

Lalu, keluarga Yusri melaporkan kejadian itu pada anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma.

Menerima laporan keluarga Yusri, Haji Uma melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk sejumlah orang di Malaysia.

Menurut Haji Uma kepada Serambinews.com, Jumat (16/3/2018), keluarga Yusri bernama Kasman meminta bantuan agar adiknya dicari sampai ketemu lalu dibawa pulang ke kampung.

Kasman menceritakan adiknya merantau ke Malaysia melalui agen yang ada di Abdya, dengan membayar uang Rp 3 juta, dan berangkat awal Februari 2018.

Tak lama setelah tiba di Malaysia, Yusri mengalami sakit dan seperti ada gangguan jiwa.

Namun, agen tersebut tak bisa dihubungi lagi. Pihak keluarga mendatangi rumah agennya di kawasan Abdya, tapi tidak ditemukan.

“Setelah saya mendapat info tersebut saya bekerja dengan mengontak ke warga Aceh Malaysia termasuk, Abu Saba. Akhirnya saya tersambung dengan seseorang yang pernah melihat Yusri,” katanya.

Dia adalah Bakhtia, warga Nagan.

“Bakhtiar mengaku pernah menyelamatkan Yusri yang ditemukan dalam kondisi lusuh tidur di emperan toko. Yusri seperti tak terurus dengan bawaan linglung," kata Haji Uma.

Lalu Haji Uma meminta Bakhtiar menjaga Yusri dan membuat pengurusan administrasi karena paspor dan semua indentitas Yusri hilang. Semoga bisa dipulangkan dalam waktu dekat,” katanya.

 “Kalau sudah keluar SPLP, nanti semua biaya kepulangan akan kita tanggung. Yusri sekarang berada di Selangor dan pada 20 Maret mendatang paspornya sudah selesai. Selanjutnya akan dibawa pulang,” katanya.[tn]

under construction
loading...