19 Februari 2018

Tanggapi Alasan Paspampres Larang Anies, Begini Kicauan 'Keras' Fahri Hamzah

Tanggapi Alasan Paspampres Larang Anies, Begini Kicauan 'Keras' Fahri Hamzah


www.gelora.co - Pelarangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengikuti Presiden Joko Widodo menjadi sorotan.
Seperti diketahui, Anies diadang anggota pasukan pengamanan presiden saat hendak ikut rombongan Jokowi turun dari Tribun VVIP.
Peristiwa itu mendapat sorotan salah satunya dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Baru-baru ini, warganet pengguna akun Twitter @henrymaulana membagikan laman berita terkait alasan Paspampres 'melarang' Anies.
Cuitan tersebut di-mention ke Fahri Hamzah yang memang sebelumnya sangat keras berkicau soal peristiwa itu.
"Tuh bang @Fahrihamzah ada alasannya…" cuit akun @henrymaulana sambil membagikan berita berjudul 'Alasan Paspampres Larang Anies Ikut Jokowi di GBK'.
Kicauan tersebut tak pelak langsung ditanggapi keras oleh Fahri Hamzah.
Tanggapan dibuka oleh Fahri dengan kicauan, "Makin ngomong makin #NgawurKalian!"
Di laman berita, pihak Istana menyebut bahwa acara tersebut bukanlah acara kenegaraan.
Menanggapi ini, Fahri berkicau, "Bukan acara kenegaraaan? (PIALA PRESIDEN RI KAN? Emang presiden RI itu punya negara atau siapa?) pakai dana negara kan? Kenapa undangannya pakai Garuda waktu pembukaan?)."
Terkait tidak salahnya Paspampres dalam peristiwa itu, Fahri berkicau, "Paspampres Gak salah iya. Tapi kenapa gubernur dipermalukan?"
Klarifikasi istana
Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia.
"Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin sesuai keterangan pers Biro Pers Istana Kepresidenan, Minggu (18/2/2018).
Bey dalam keterangan persnya menyatakan tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies.
Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.
"Selama pertandingan, Presiden Jokowi dan Gubernur Anies sangat menikmati jalannya pertandingan final. Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, serta akrab," kata Bey dalam siaran persnya.
Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.
Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija.[tn]

under reconstruction