Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok

Gelora News
facebook twitter whatsapp

www.gelora.co - Penanganan banjir dan genangan air di Jakarta pada masa pemerintahan Gubernur Anies Rasyid Baswedan sesungguhnya bisa dibilang lebih baik jika dibandingkan dengan penanganan banjir pada masa pemerintahan sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan menegaskan, hal itu terjadi karena saat ini penanganan banjir maupun genangan air di Jakarta paling lama hanya tiga jam.

"Sekarang ini jauh lebih cepat penangananya dibanding yang Agustus. Tadi sudah dievaluasi oleh BPBD, bahwa maksimal genangan untuk sampai sekarang ini maksimal tiga jam," klaim Teguh saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Anies sendiri dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, Senin 16 Oktober lalu menggantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat Djarot berkuasa, tepatnya bulan Agustus lalu, banjir dan genangan air juga terjadi. Adapun penanganannya memang lebih dari tiga jam.

Baru-baru ini, beberapa titik di Jakarta mengalami banjir maupun genangan air. Salah satu yang terparah adalah di underpass bilangan Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Teguh mengakui bahwa hal itu terjadi karena pompa pembuangan air disana tidak berfungsi. Namun hal itu dapat teratasi dalam waktu yang terbilang singkat.

"Itu satu jam setengah udah langsung kering penangananya," tegasnya.

Diyakininya bahwa penanganan atas banjir maupun genangan air bakal lebih cepat lagi. Pasalnya, dia mengaku sudah mendapatkan perintah langsung dari Gubernur Anies untuk menyiagakan semua pompa penyalur air genangan.

"Jadi Pak Gubernur minta evaluasi alat-alat objek vital pengendali banjir maupun genangan itu harus diaktifkan, disiagakan, dalam kondisi on fire," bebernya.

Saat ini, Teguh mengaku bahwa Dinas SDA memiliki 145 rumah pompa yang dilengkapi dengan 451 pompa stasioner dengan kondisi 95 persen. Hanya 5 persen yang tidak bisa dioperasikan.

"Kita back up yang 5 persen yang tidak operasi, kita back up dengan pompa mobile, termasuk sarana-sarana lain yang penunjang. ini kita siagakan. Belum lagi ditambah personil. PPSU, pasukan biru, kita siagakan semuanya," tukasnya. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita