Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meski Lambat tapi Berkualitas

Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meski Lambat tapi Berkualitas

Gelora News
facebook twitter whatsapp

www.gelora.co - Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sedang dalam masa perputaran balik. Sejak 2016 Indonesia telah berhasil memutarbalikkan arah perkembangan ekonomi, dari perlambatan menjadi percepatan.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution, dalam Forum Kompas 100 CEO, Rabu (29/11/2017). Ia juga menjelaskan, meski sudah berbalik arah, namun perkembangan ini memang masih memiliki angka yang terbilang rendah.
“Tahun lalu 5 (persen) dan tahun ini 5,1 (persen). Tapi bedanya di irama ekonomi, kita lebih dulu berhasil mengembalikan arah dari perlambatan meuju percepatan,” ujar Darmin.
Meski angka pertumbuhannya terbilang rendah, namun pertumbuhan ini jelas membawa keadaan perekonomian masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik. Darmin menjelaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi Indonesia lambat, tapi banyak indikator lain yang membaik.
Lebih lanjut Darmin menyatakan ada sejumlah hal yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia berkualitas, meski masih kecil angkanya. Antara lain melihat pergerakan tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan atau gini ratio yang membaik.
Darmin mengatakan bahwa dalam dalam dua tahun terakhir, Indonesia telah mengalami perbaikan di tiga sektor tersebut. Salah satu pendorongnya adalah pembangunan infrastruktur.
“Pertumbuhan ekonomi berkualitas itu selain pertumbuhan yang cukup baik, cukup tinggi atau tidak, bagaimana tingkat penganggurannya, bagaimana tingkat kemiskinannya, bagaimana gini rationya, semuanya menunjukkan baik, kita, dalam 2 tahun terakhir,” ungkap Darmin.
"Walaupun mungkin secara struktural kebijakan pemerataan belum berjalan optimum, akan tetapi pembangunan infrastruktur yang menyebar di seluruh Indonesia, itu menghasilkan gini ratio yang baik. Ini bukan infrastruktur kecil, tapi yang punya dampak nasional," sambungnya.
Kemudian Darmin juga mengungkapkan bahwa Indonesia terlah berhasil menekan angka inflasi yang cukup rendah dalam tiga tahun berturut-turut.
"Ekonomi kita beberapa tahun ini walaupun pertumbuhan tidak tinggi, tapi itu satu inflasi bagus stabilitas bagus. Kita mulai bisa mempertahankan inflasi, 3-3,5% dalam 3 tahun berturut-turut. Enggak pernah sebelumnya, paling sebelumnya hanya setahun bisa jaga inflasi seperti itu," kata Darmin.
Darmin mengatakan, pertumbuhan berkualitas sebenarnya masih memiliki satu faktor lagi, agar benar-benar berkualitas. Faktor tersebut merupakan transformasi struktural.
"Transformasi struktural transformasi ekonomi, jadi seberapa banyak orang pindah dari sektor yang rendah produktivitasnya ke yang tinggi. Kita bagaimana? Masih ada perbaikan tapi memang lambat. Itu ada industri manufaktur kita. Jadi kita andalkan pariwisata, bidang pangan, satu catatan terakhir mengenai industri manufaktur, lagi-lagi seperti infrastruktur kita lihat minat investor di dunia tidak terlalu tinggi. Karena di dunia ini perdagangan melambat selama 5-6 tahun terakhir," ungkapnya.
Terakhir, Darmin juga memperkirakan pada 2018 mendatang, Indonesia bisa meraih pertumbuhan ekonomi hingga 5,4% yang dihasilkan dari pembangunan-pembangunan yang sedang di lakukan pemerintah saat ini.
"Kesimpulannya bagaimana tahun depan? Ya memang kita pondasinya sudah mulai dibangun dengan baik, belum selesai, pada saat dia mulai menghasilkan, sebagian infrastruktur itu belum selesai. Tapi sebagian masih dibangun dan kalau selesai baru dampaknya keluarnya cepat," jelasnya.[tn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita