Sri Bintang: Indonesia Patut Bangga, Pak Gatot Sedemikian Diperhitungkan oleh Amerika

Sri Bintang: Indonesia Patut Bangga, Pak Gatot Sedemikian Diperhitungkan oleh Amerika

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Sri Bintang Pamungkas

www.gelora.co -  Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas insiden pencekalan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak perlu diributkan. Bahkan, bangsa Indonesia layak bangga terhadap penolakan orang nomor satu di Korps TNI itu oleh Amerika Serikat.

"Tidak perlu diributkan. Justru kita patut bangga. Karena Pak Gatot sedemikian diperhitungkan oleh Amerika," kata Sri Bintang Pamungkas kepada TeropongSenayan, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Menurut Sri Bintang, sikap pemerintah Amerika yang menolak kedatangan Gatot bukan tanpa alasan. Dia meyakini, ada sesuatu yang luar biasa dibalik sosok Gatot sehingga Negara dan bangsa lain pun tak boleh memandangnya sebelah mata.
Gatot dddiperhitungkan Amerika.‎

"Saya yakin, alasan Amerika menolak Pak Gatot bukan masalah sepele. Gatot pasti punya sesuatu. Saya menduga, itu (penolakan) karena Gatot dianggap paham betul tentang perang modern atau proxy war sudah berlangsung," beber Sri Bintang.

Penilaian tersebut, kata dia, bukan tanpa dasar. Sebab selama beberapa waktu terakhir Jenderal bintang 4 itu begitu getol membicarakan soal ancaman proxy war.

"Pernyataan beliau soal proxy war begitu lantang. Dan ini pasti sudah menjadi catatan serius bagi semua Negara di dunia. Jadi, penolakan Amerika juga sekaligus warning keras terhadap RRC, Cina. RRC pasti juga sudah tahu, kalau Gatot ini bukan orang sembarangan. Cina jangan main-main sama Pak Gatot," tegas Sri Bintang mengingatkan.

Lebih jauh, Sri Bintang menjelaskan, dalam banyak kesempatan Panglima Gatot selalu blak-blakan menyampikan ancaman perang modern atau proxy war yang menurutnya sudah berlangsung.

Oleh sebab itu, dia meminta, agar masyarakat mendukung penuh langkah-langkah TNI yang sedang dalam tantangan berat menghadapi perang proxy war.

"Ancaman perang modern kian nyata. Perkembangan modern telah menyeret negara-negara pada suatu kondisi peperangan yang kasat mata, yang dikenal dengan istilah proxy war. Perang modern ini adalah sebuah ujian berat, tidak hanya bagi TNI, tetapi juga terhadap seluruh elemen bangsa,"‎ katanya.

Saat ini, lanjut Sri Bintang, Indonesia sedang menghadapi kejahatan perdagangan manusia, narkoba dan terorisme. Tujuan kejahatan tersebut untuk memecah belah rakyat Indonesia agar sumber daya alam bisa dikuasai.

Apalagi, kata dia,Gatot sudah pernah menyebut bahwa ditinjau dari letak geografis Indonesia dan pulau-pulau terluar serta hakekat ancaman baik dari aspek darat, laut maupun udara, perlu adanya perubahan kebijakan pembangunan kekuatan TNI.

"Untuk menyusun pembangunan kekuatan TNI yang seutuhnya, kita harus melihat letak pulau-pulau terluar Indonesia karena letak geografis menjadi keunggulan utama," katanya menirukan Gatot.

Dalam banyak kesempatan, Panglima TNI juga mengatakan sebagai salah satu negara ekuator dunia dan terbesar di Asean, Indonesia mempunyai lautan yang paling luas dan daratan yang paling besar serta memiliki sumber energi hayati sepanjang tahun.

"Inilah yang menyebabkan negara-negara lain ingin merebut kekayaan alam Indonesia, karena energi fosil yang sudah makin menipis dan kompetisi global yang luar biasa saat ini," ujarnya. [tsc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita