Habib Nabil Almusawa: Semoga Jenderal Gatot seperti Jenderal Sudirman

Habib Nabil Almusawa: Semoga Jenderal Gatot seperti Jenderal Sudirman

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Jenderal Gatot bersama Habib Nabil

www.gelora.co - Aksi Ganang Priyambodo, cucu Jenderal Sudirman, di sosiodrama “Jenderal Sudirman” pada HUT TNI ke-72 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten (05/10) memukau hadirin.

Majlis Syuro Majlis Rasulullah SAW, Habib Nabiel Almusawa, mengaku berlinang airmata menyaksikan sosiodrama Jenderal Sudirman.

Habib Nabiel yang hadir di kursi undangan pun mendoakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seperti sosok Jenderal Sudirman. “Hadir HUT TNI ke-72 dengan Panglima TNI dan Presiden RI.. Saat nonton sosiodrama Jenderal Sudirman saya berlinang airmata.. Semoga Pak Gatot seperti beliau,” tulis Habib Nabiel di akun Twitter @nabiel_almusawa.

Pada teater kolosal HUT RI ke-72, Ganang memerankan adegan Jenderal Sudirman yang ditanya anak buah soal “ajian” yang dipakai sehingga tentara Belanda kesulitan menangkap Jenderal Sudirman.

Ada tiga ajian yang diamalkan Jenderal Sudirman, yakni tidak pernah putus dari keadaan bersuci, salat lima waktu selalu tepat waktu; mengabdikan diri bukan untuk keluarga, bukan untuk golongan, bukan untuk partai, tapi untuk bangsa dan negara.

Dalam rangkaian HUT TNI ke72, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mewakili seluruh prajurit TNI menyampaikan sumpah setia kepada Presiden dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Berikut sebagian dari pidato Panglima TNI dalam peringatan HUT ke-72 TNI:

“Bapak Presiden, serta para undangan yang kami cintai, Pada momentum hari TNI 5 Oktober 2017 yang membahagiakan dan membahagiakan, sebagai Panglima TNI sekaligus mewakili seluruh prajurit di seluruh Tanah Air yang sedang melakukan tugas, izinkan saya menegaskan kembali. Sekali lagi, bahwa sampai kapanpun TNI akan setia dan menjunjung tinggi sumpah prajurit yang tadi disampaikan Bapak Presiden.

Bagi kami, kesetiaan kepada NKRI yang berdasarkan UUD 1945, Pancasila adalah sendi utama yang melekat erat pada setiap jiwa raga TNI.

Pada saat yang sama, saya menegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan bagi tegak kokohnya NKRI yang di dalamnya terangkum ketaatan pada hukum, sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun. Serta taat pada atasan, yaitu Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai dengan konstitusi. Dan sekali lagi, jangan ragukan TNI kesetiaannya.” [ito]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita