Profil Komjen Wahyu Hadiningrat, Wakapolri yang Disebut Pimpin Penangkapan Listyo Sigit -->

Profil Komjen Wahyu Hadiningrat, Wakapolri yang Disebut Pimpin Penangkapan Listyo Sigit

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Profil Komjen Wahyu Hadiningrat, Wakapolri yang Disebut Pimpin Penangkapan Listyo Sigit

GELORA.CO -
Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat bersama Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin disebut memimpin langsung penangkapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (3/11/2026).

Listyo diduga terlibat dalam kasus penyadapan ilegal yang berlangsung pada 2025-2026 ketika dia masih menjabat sebagai Kapolri. 

Dalam perkara ini, dua perwira tinggi Polri lainnya, yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Kronologi peristiwa itu diungkap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. 

Ia menyebut, sebelum Listyo ditetapkan sebagai tersangka, enam perwira Polri berpangkat Irjen dan Kombes lebih dahulu ditangkap.

Menurut Mahfud, keenam perwira tersebut mengaku melakukan penyadapan atas perintah Listyo. Sasaran penyadapan diduga termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Saya mendengar ini bukan tadi pagi (Rabu) tapi kemarin pagi (Selasa) saya sudah mendengar karena penangkapan itu sebenarnya sudah dilakukan pada Minggu malam terhadap enam orang di luar LSP (Listyo Sigit Prabowo) di rumah seorang mantan Kapolri sudah ditangkap tiga irjen dan kombes," kata Mahfud melalui kanal YouTube pribadinya, Rabu (3/11/2026).

Mahfud mengaku telah mengetahui identitas para perwira yang diamankan. Namun, ia memilih tidak mengungkapkannya ke publik karena masih menunggu perkembangan penanganan perkara di Mabes Polri.

Ia kemudian menyebut keenam perwira tersebut mengungkap pihak yang diduga memberikan perintah penyadapan.

Setelah itu, Listyo disebut dijemput oleh Wakapolri dan Kabareskrim.

"Dari enam orang itu menyebut bahwa mereka menyadap Presiden dan Seskab. Terus mengaku siapa yang memerintahkan? Yang memerintahkan itu Kapolri (Listyo Sigit Prabowo). Lalu tengah malam dijemput itu LSP. Yang jemput itu Wakapolri dan Kabareskrim," ungkapnya.

Mahfud menambahkan, Listyo sempat dilepaskan sekitar pukul 05.00 WIB pada Selasa dini hari. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik keputusan tersebut.

Namun, Mahfud menduga pelepasan itu berkaitan dengan ancaman Listyo yang disebut akan membongkar sejumlah rahasia petinggi negara.

Meski demikian, proses hukum di Mabes Polri disebut tetap berlanjut hingga Listyo akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Sehingga sesudah terjadi pergulatan dari apa yang ditawar dia, ya sudah hadapi saja, (Listyo Sigit) tersangka," tuturnya.

Lantas, seperti apa sosok Komjen Wahyu Hadiningrat? Berikut informasinya.

Profil Wahyu Hadiningrat


Komjen Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Juni 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992.

Sepanjang perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara, Wahyu dikenal sebagai perwira tinggi yang menduduki sejumlah jabatan strategis. 

Menariknya, meski pernah menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua, ia tidak pernah menjabat sebagai Kapolda.

Jabatan kewilayahan tertinggi yang pernah diembannya adalah Wakapolda Metro Jaya pada 2018 hingga 2020.

Meski dia tidak pernah menduduki kursi Kapolda, karier Wahyu di lingkungan Polri terbilang cemerlang. 

Ia dipercaya mengemban berbagai posisi penting, termasuk Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) Kapolri.

Wahyu mulai menjabat sebagai Astamarena Kapolri pada September 2024. 

Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya menjadi Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa Wahyu telah lama menjadi salah satu perwira yang dipercaya dalam lingkaran pimpinan Polri, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain berpengalaman di bidang perencanaan dan anggaran, Wahyu juga memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan kasus kriminal dan terorisme.

Salah satu pengalaman pentingnya adalah keterlibatan dalam penanganan kasus Bom Bali II pada 2005. Ia juga pernah bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN).

Riwayat Karier Komjen Wahyu Hadiningrat


Karier Wahyu di kepolisian dimulai setelah lulus dari Akpol 1992.

Setahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Pama Polda Jawa Barat.

Pada 1994, Wahyu dipercaya menjadi Wakapolsekta Cirebon Selatan. Setahun berikutnya, ia menjabat Kapolsek Soreang Polres Bandung.

Perjalanan kariernya berlanjut dengan menduduki posisi Kasat Serse Polres Bandung pada 1997 dan Kasat Serse Polresta Bogor pada 1998.

Memasuki 2004, Wahyu ditugaskan sebagai Kanit III Sat I Ditreskrim Polda Jawa Barat. 

Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kasat I Ditreskrim Polda Jawa Barat.

Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri sebelum ditunjuk menjadi Kapolres Metro Bekasi pada 2011.

Kariernya semakin berkembang ketika dipercaya memimpin Polres Metro Jakarta Selatan pada 2012.

Pada 2016, Wahyu dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri. 

Pada tahun yang sama, ia kemudian ditunjuk sebagai Dirreskrimsus Polda Metro Jaya.

Setahun berselang, Wahyu mendapat dua penugasan strategis. Ia dipercaya menjadi Wadirtipid Siber Bareskrim Polri, kemudian bertugas sebagai Direktur Respon Ancaman Deputi Bidang Intelijen Siber BIN.

Pada 2018, Wahyu kembali bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya dengan menduduki jabatan Wakapolda Metro Jaya. Posisi tersebut diembannya hingga 2020.

Selanjutnya, ia dipercaya menjabat sebagai Wakabareskrim Polri.

Salah satu pengungkapan kasus besar yang terjadi saat Wahyu bertugas di Bareskrim adalah penyitaan 200 kilogram sabu dalam operasi bersandi White Corn 2020.

Narkotika tersebut diduga berasal dari Myanmar, kemudian masuk melalui Malaysia dan Kepulauan Riau sebelum dibawa ke Jakarta. 

Untuk mengelabui petugas, sabu disamarkan dalam karung berisi jagung. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap empat orang.

Pada 2021, Wahyu kembali dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Asrena Kapolri.

Kemudian, pada September 2024, ia mendapat amanah sebagai Astamarena Kapolri. 

Dalam perjalanan kariernya, Wahyu juga memperoleh kenaikan pangkat hingga menyandang Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.

Puncak perjalanan kariernya di kepolisian berlanjut ketika ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Wahyu Hadiningrat resmi dilantik sebagai Wakapolri pada 1 Oktober 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan pengangkatan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan