GELORA.CO - Atlet MMA Yudi Cahyadi mengungkapkan kronologi kedatangannya bersama sejumlah orang ke rumah konten kreator Herri Pras di Kabupaten Bogor. Yudi mengaku kedatangannya bertujuan mengajak Herri Pras berduel, tetapi ajakan tersebut disebut berulang kali ditolak.
Yudi menyebut, kedatangannya dipicu oleh sejumlah pernyataan dan konten Herri Pras yang dinilai mencela hingga menghina beberapa ulama. Di antaranya Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, Tuan Guru Bajang, dan Habib Umar bin Hafiz.
"Setelah melihat banyak video dan berita yang beredar, saya perlu menjelaskan sekaligus meluruskan keadaan yang sebenarnya. Ya, betul, kemarin malam, kami datang ke rumah Herri Pras Al-Kaburi di Kabupaten Bogor," ujar Yudi melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (5/11).
Dia mengaku ingin menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung. Terlebih, menurut Yudi, Herri Pras sebelumnya telah menyatakan kesiapannya untuk bertarung dengan konsep no rules.
Yudi mengatakan, saat mendatangi rumah Herri Pras, dirinya tidak datang sendirian. Dia mengaku ditemani Ketua RT setempat dan kedatangan mereka disaksikan sejumlah warga. Menurutnya, awalnya persoalan tersebut hendak diselesaikan melalui pembicaraan baik-baik.
"Saya datang ditemani Bapak RT dan juga disaksikan oleh warga setempat. Dan awalnya juga kami datang serta bicara baik-baik," katanya.
Namun, situasi disebut berubah ketika Yudi meminta Herri Pras memenuhi tantangan duel satu lawan satu. Dia mengklaim ajakan tersebut disampaikan berulang kali, tetapi Herri Pras menolak dengan berbagai alasan.
"Saya langsung meminta untuk duel no rules satu lawan satu seperti yang dia minta. Tapi dia menolak dan selalu beralasan macam-macam," ungkapnya.
Yudi juga mengklaim Herri Pras memilih masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu karena takut menghadapi tantangan tersebut.
Dalam keterangannya, Yudi mengakui sempat melakukan tindakan fisik terhadap Herri Pras. Namun, dia berdalih tindakan tersebut hanya untuk memberikan pelajaran dan tidak membahayakan keselamatan.
"Saya memberi tindakan sedikit pelajaran, tapi itu pun terukur dan tidak membahayakan keselamatannya," jelas Yudi.
Menurut Yudi, Herri Pras tetap berada di dalam rumah hingga petugas kepolisian datang ke lokasi. Dia menyebut kedatangannya merupakan bagian dari upaya menyelesaikan persoalan secara langsung dengan konten kreator tersebut.
Meski demikian, pengakuan Yudi tersebut merupakan versinya mengenai kejadian di rumah Herri Pras. Kronologi dan dugaan tindakan kekerasan dalam peristiwa itu perlu dilihat berdasarkan keterangan seluruh pihak serta hasil pemeriksaan kepolisian
Sumber: jawapos
