Wapres Gibran Punya Rahasia di Singapura? Penjemputan Tahun 2014 Lalu Kini Dipertanyakan -->

Wapres Gibran Punya Rahasia di Singapura? Penjemputan Tahun 2014 Lalu Kini Dipertanyakan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
Peneliti dokumen Luke Susilo mempertanyakan cerita bahwa Gibran Rakabuming Raka dijemput dari sekolah di Singapura menjelang pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden pada 2014.

Dalam obrolan bersama Refly Harun yang tayang di kanal YouTube REFLY HARUN PODCAST pada 27 Oktober 2026, Luke menilai cerita tersebut perlu diperjelas. 

Ia membandingkannya dengan pernyataan Gibran pada masa awal kemunculannya di publik serta sejumlah hal lain yang menurutnya menimbulkan pertanyaan.

Luke mengaitkan persoalan itu dengan pernyataan Andi Widjajanto yang, menurut penuturannya, disampaikan pada September 2026. Luke mengatakan pernyataan Andi sempat mendapat sambutan positif dari pendukung Jokowi karena mengaku pernah melihat ijazah asli.

Luke kemudian menirukan cerita tentang persiapan pelantikan Jokowi pada 2014 yang dikaitkannya dengan Andi.

“Saya diminta oleh Mbah Noto untuk memaksa Gibran ini dijemput pulang karena mau pelantikan,” ujar Luke menirukan cerita tersebut.

Ia melanjutkan, “Karena katanya waktu itu Gibrannya ini ada di Singapura. Sehingga dijemputnya di sekolah di Singapura. Padahal 2014.”

Luke juga mempertanyakan respons para pendukung Jokowi terhadap cerita tersebut. Menurut dia, cerita itu diterima tanpa banyak keberatan.

Luke membandingkan cerita penjemputan tersebut dengan sikap Gibran ketika disebut tidak pernah ikut kampanye ayahnya. Ia menuturkan bahwa Gibran saat itu membantah dengan menyatakan dirinya sibuk bekerja.

“Padahal kan saya kerja, saya sibuk,” kata Luke menirukan ucapan Gibran.

Luke turut menyinggung analisis seorang YouTuber yang disebutnya sebagai QNC. Menurut penuturan Luke, analisis tersebut menyebut Gibran bolak-balik Singapura dan Australia pada 2002 hingga 2010.

Dari situ, Luke mempertanyakan logat Jawa Gibran yang menurutnya masih kental pada 2014.

“Kok tahun 2014 logatnya sekental itu logat Jawanya,” ujar Luke. Ia mengakui bahwa persoalan logat tersebut merupakan bagian dari analisisnya.

Selain cerita penjemputan, Luke menyinggung kemunculan Gibran di hadapan media pada 20 Oktober 2014. Menurut Luke, dalam kesempatan itu Jokowi menyebut usia Gibran 27 tahun, sedangkan Gibran menyebut dirinya berusia 25 tahun.

Luke menilai perbedaan angka tersebut sebagai petunjuk mengenai tahun kelahiran Gibran. Namun, penilaian itu merupakan kesimpulan Luke berdasarkan keterangan yang ia sampaikan dalam diskusi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan