GELORA.CO - Peneliti dokumen Luke Susilo mempertanyakan perbedaan informasi mengenai pernikahan Joko Widodo (Jokowi) dan Iriana.
“Kok selalu ada dua,” kata Luke, merujuk pada dugaan adanya dua versi informasi dalam sejumlah dokumen terkait Jokowi.
Ia menyoroti dua ucapan selamat ulang tahun pernikahan pada 2017 yang mencantumkan usia pernikahan berbeda, serta sebuah foto bertuliskan tanggal “FEB 86” yang menurutnya lebih tepat disebut foto pertunangan atau lamaran.
Hal itu disampaikan Luke saat berbincang dengan Refly Harun dalam podcast di kanal YouTube REFLY HARUN PODCAST yang tayang pada 27 Oktober 2026.
Luke mengatakan, dua ucapan tersebut diunggah Fajrul Rachman, yang disebutnya sebagai orang dekat Jokowi dan kini menjabat duta besar. Ucapan pertama diunggah pada 30 Agustus 2017, sedangkan ucapan kedua pada 24 Desember 2017.
Menurut Luke, unggahan Agustus masih dapat dilihat hingga kini, sementara unggahan Desember telah dihapus. Ia menduga penghapusan itu berkaitan dengan foto yang menyertai unggahan tersebut.
Luke menyoroti tulisan “FEB 86” di sudut foto yang disebut sebagai foto pernikahan Jokowi dan Iriana. Berdasarkan penafsirannya, foto itu justru menunjukkan momen pertunangan atau lamaran.
“Foto ini bukan foto pernikahan, tapi foto pertunangan atau foto lamaran,” ujar Luke.
Perbedaan lainnya terletak pada usia pernikahan yang dicantumkan dalam kedua ucapan tersebut. Luke mengatakan, unggahan 30 Agustus 2017 menyebut usia pernikahan Jokowi dan Iriana 30 tahun. Sementara itu, unggahan 24 Desember 2017 menyebut usia pernikahan mereka 31 tahun.
Ia menilai perbedaan itu perlu dicermati karena informasi tersebut disampaikan oleh pihak yang menurutnya memiliki latar belakang pendidikan, bukan sekadar buzzer atau akun anonim.
Luke juga membandingkan tanggal pada unggahan kedua Fajrul dengan tanggal pernikahan yang tercantum dalam fotokopi buku nikah yang diunggah PDIP.
Dalam paparannya, ia menyebut 24 Desember 1986 sebagai tanggal pernikahan Jokowi dan Iriana yang tercantum pada dokumen tersebut.
Meski demikian, Luke mengaku belum pernah melihat foto ijab kabul Jokowi dan Iriana yang beredar luas. Menurutnya, foto yang banyak beredar justru merupakan foto pertunangan.
Ia mengakui informasi yang ditelusurinya berasal dari media sosial dan dirinya bukan orang dekat keluarga Jokowi. Karena itu, ia tidak menutup kemungkinan foto pernikahan tersebut dimiliki oleh orang-orang di lingkaran keluarga.
Menurut Luke, penelusuran terhadap kejanggalan informasi semacam itu perlu dilakukan melalui dokumen yang tersedia.
Ia turut membandingkan tanggal pernikahan pada fotokopi buku nikah dengan cerita dalam video kampanye “Cerita Hidup Jokowi” dan tanggal kelahiran Gibran Rakabuming Raka.
Ia menyebut tes biologis sebagai sesuatu yang tidak mungkin dilakukan publik. Karena itu, menurut Luke, dokumen menjadi salah satu bahan yang dapat ditelusuri untuk menguji konsistensi informasi tersebut.
