GELORA.CO - Presiden Prabowo Subianto mengakui perbaikan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menyebut pemerintah tidak memiliki tongkat ajaib seperti tongkat Nabi Musa atau Nabi Sulaiman untuk mengubah kondisi ekonomi dalam waktu singkat.
“Pengalihan ini, perbaikan ini, tidak bisa seketika. Kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat Nabi Musa atau tongkat Nabi Sulaiman. Tapi kita sudah buktikan, dalam dua tahun kita bekerja, sudah kita buktikan,” ujarnya, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Prabowo mengatakan pemerintah perlu berani mengevaluasi arah kebijakan ekonomi agar pengelolaan kekayaan nasional lebih sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Menurut dia, selama puluhan tahun kekayaan Indonesia mengalami kebocoran, sementara manfaat ekonomi dinilai belum dinikmati secara merata oleh masyarakat.
“Sekarang, ekonomi selama ini hanya dinikmati oleh kurang dari satu persen di atas. Inilah upaya, saudara-saudara,” katanya.
Prabowo juga menilai filosofi ekonomi yang berjalan selama ini perlu dikoreksi karena dianggap menyimpang dari amanat konstitusi. Ia menegaskan pemerintah ingin kembali menjadikan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 sebagai landasan dalam pengelolaan ekonomi dan kebijakan kesejahteraan sosial.
“Kita telah meninggalkan Undang-Undang Dasar 1945. Elite kita juga kurang waspada ya. Sekian puluh tahun kekayaan kita bocor, luar biasa,” ujar Prabowo.
“Tapi kita sekarang berani. Kita rubah, kita kembali ke Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945,” lanjutnya.
Prabowo menekankan bahwa upaya memperbaiki distribusi kekayaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin membutuhkan proses. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang perlu mendapat dukungan untuk keluar dari kondisi kemiskinan.
“Dua juta rakyat kita yang miskin itu, yang istilahnya yang sangat perlu kita angkat tingkat kehidupannya. Mungkin itu cukup banyak, mesti cukup banyak. Masih puluhan juta,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Presiden menilai pemerintah berada pada arah yang tepat dalam melakukan pembenahan ekonomi.
“Tapi yang ingin saya garis bawahi, we are on the right track. Kita sudah di jalan yang benar, kita di arah yang benar,” ujar Prabowo.
