MUI Minta Umat Islam Tak Undang Habib Alwi Assegaf, Ini Profilnya -->

MUI Minta Umat Islam Tak Undang Habib Alwi Assegaf, Ini Profilnya

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam di Indonesia tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah. Imbauan ini muncul setelah potongan video ceramahnya viral di media sosial dan menuai kritik karena memuat pernyataan yang dinilai merendahkan perempuan.

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai materi ceramah tersebut tidak mencerminkan etika dan keteladanan seorang dai. Ia juga mengingatkan bahwa narasi semacam itu berpotensi merusak citra dakwah Islam dan moral masyarakat.

“Saudare-saudare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tulis Cholil Nafis melalui akun X pribadinya, @cholilnafis, Selasa (20/10/2026).



Profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf

Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf lahir pada 20 September 1955. Pada 2026, usianya menginjak 71 tahun. Ia dikenal sebagai pimpinan Majelis Ta'lim Zaadul Muslim (ZM) yang berlokasi di Al-Busyro, Kampung Jati, Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Majelis tersebut menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian fikih dan akidah hingga peringatan Maulid Nabi serta Tahun Baru Islam. Habib Alwi merupakan putra ulama Betawi, almarhum Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir Assegaf, yang dikenal dengan sebutan Sayyidul Walid. 

Ayahnya lahir di Bogor pada 1908 dan merupakan lulusan Jam'iyat Al-Khair. Habib Abdurrahman juga dikenal sebagai pendiri Madrasah Tsaqafah Islamiyah di Bukit Duri, Jakarta, yang didirikannya pada usia 20 tahun. 

Ia turut menulis sejumlah karya keagamaan, di antaranya Hilyatul Janan dan doa Tawasul Sayyidil Walid. Habib Alwi juga berasal dari keluarga ulama. 

Ia merupakan saudara kandung almarhum Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, pendiri Majelis Al-Afaf, serta Ustadz Umar bin Abdurrahman Assegaf.

Kronologi Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral

Polemik bermula dari rekaman ceramah yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sosok yang diidentifikasi warganet sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf membicarakan tarif ceramahnya yang disebut paling rendah mencapai Rp 75 juta.

Perhatian publik kemudian tertuju pada sejumlah kelakar yang disampaikan di hadapan jemaah. Dalam rekaman itu, ia juga menyinggung santri perempuan dan jemaah lanjut usia.

Ia bahkan meminta santriwati dihadirkan karena mengaku berniat mencari calon istri keempat. Pernyataan tersebut memicu kritik dari warganet dan menjadi bagian dari polemik yang berujung pada seruan dari MUI.

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan