Guyon Waton, Wawes hingga Tenant UMKM Mundur di RANS Festival, Ada Apa? -->

Guyon Waton, Wawes hingga Tenant UMKM Mundur di RANS Festival, Ada Apa?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Penyelenggaraan RANS Festival di Maguwoharjo, Sleman,Yogyakarta, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 menuai sorotan. Sejumlah pihak yang semula terlibat dalam acara tersebut memutuskan mundur, mulai dari pengisi acara musik, tenant UMKM, hingga pembawa acara (MC).

Dari enam penampil yang sebelumnya diproyeksikan meramaikan festival tersebut, tiga di antaranya memilih membatalkan keikutsertaan. Mereka adalah band asal Yogyakarta, Guyon Waton dan Wawes, serta musisi Masdho.


Menariknya, pengumuman mundur dari para musisi tersebut turut disertai simbol tiga hati berwarna hijau, biru, dan merah. Para personel juga terlihat kompak menggunakan simbol serupa melalui kolom komentar maupun unggahan Instagram Story masing-masing.

Tiga warna tersebut diketahui menjadi simbol aksi yang digaungkan masyarakat Yogyakarta pada 28 Oktober 2026. Penggunaan simbol itu pun membuat keputusan para penampil dikaitkan dengan situasi dan aspirasi yang berkembang di wilayah Yogyakarta.

Wawes secara terbuka menyampaikan alasan memilih tidak melanjutkan keterlibatan dalam acara tersebut. Mereka mengaku tidak ingin keputusan untuk tampil justru melukai perasaan masyarakat.

“Kami tidak ingin melukai hati teman-teman semuanya,” tulis Wawes.


Sementara itu, Masdho menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan urusan tampil di atas panggung. “Bagi kami, musik bukan sekadar hiburan dan panggung bukan hanya tentang penampilan,” tulis Masdho.

Guyon Waton turut memberikan penjelasan mengenai alasan pembatalan penampilan mereka. Band asal Yogyakarta itu menekankan bahwa pertimbangan utama berkaitan dengan kondisi masyarakat serta situasi di sekitar penyelenggaraan acara.


“Pertimbangan utama kami bukan terkait materi acara melainkan lebih kepada aspek kondusivitas, keamanan masyarakat,” kata Guyon Waton.

Gelombang pembatalan ternyata tidak hanya datang dari pengisi acara. Salah satu tenant makanan dan minuman, Brokiss Jogja, juga mengumumkan keputusan membatalkan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.


Melalui media sosial, founder Brokiss Jogja menyapa warga Yogyakarta sekaligus menyampaikan bahwa dirinya bersama tim telah memutuskan tidak membuka tenant di acara itu.

“Hallo warga Jogja. Perkenalkan aku founder dari @brokissjogja salah satu tenant fnb yang ikut acara jajar*ns di sleman akhirnya aku dan tim memutuskan untuk CANCEL,” tulisnya.

Pembatalan juga datang dari pembawa acara, Iben Khafiz Miraza. Dia mengungkapkan sempat menerima tawaran menjadi MC untuk RANS Carnival Maguwoharjo yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Namun, setelah mempertimbangkan tawaran tersebut dan mencari informasi kepada sesama pembawa acara, Iben akhirnya memutuskan tidak mengambil pekerjaan itu.

“Tadi malam saya menerima tawaran untuk menjadi MC di RANS Carnival Maguwoharjo Jogja tanggal 31 Oktober dan 1 November,” tulis Iben.

Dia bahkan sempat mengonfirmasi kepada seorang MC yang dikenal berpengalaman membawakan festival dan konser musik. Menurut Iben, orang tersebut ternyata juga menerima tawaran serupa, tetapi memilih untuk menolaknya.

“Saya sampai konfirmasi ke bapak MC terlaris spesialis acara festival & konser musik. Ternyata beliau pun mendapat tawaran yang sama, tapi memilih untuk tidak mengambilnya. Jadi, keputusan ini bukan tanpa pertimbangan,” katanya.

Mundurnya sejumlah musisi, tenant UMKM, hingga MC memunculkan sorotan terhadap penyelenggaraan RANS Festival di Sleman. Gelombang pembatalan tersebut juga dikaitkan dengan aksi cancel culture terhadap Raffi Ahmad.

Sikap sejumlah pihak ini diduga menjadi bentuk solidaritas terhadap aspirasi masyarakat yang tengah menyuarakan kekecewaan terhadap publik figur tersebut

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan