GELORA.CO -Bukan menteri yang harus dievaluasi, Pengamat politik Ray Rangkuti menilai yang harus dievaluasi adalah pola kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan Ray Rangkuti anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Gerindra, Kamrussamad menyampaikan sedikitnya 42 menteri dan wakil menteri dinilai belum bekerja optimal berdasarkan indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI).
Hal itu disampaikan Kamrussamad dalam debat terbuka bertajuk “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menakar Capaian, Tantangan, dan Arah Kebijakan Pemerintahan” di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
“Kami sedang membedah satu-satu kinerja kementerian berdasarkan sektornya mereka. Data sementara menunjukkan ada 42 menteri dan wamennya itu tidak kerja berdasarkan KPI yang ada,” kata Kamrussamad.
Namun Ray tidak sepakat dengan pernyataan Politisi Partai Gerindra itu.
Menurut Ray yang harus dievaluasi oleh Partai Gerindra ialah pola kepemimpinan Prabowo.
Apakah kinerja Prabowo sudah optimal dalam memastikan kinerja menterinya.
Ray menilai partai tersebut juga perlu menyampaikan masukan kepada Presiden mengenai pola kepemimpinannya.
“Tentu evaluasi yang hendak dilakukan oleh Gerindra itu bagian dari mungkin keinginan mereka untuk membantu Presiden Prabowo dalam hal mengoptimalkan kinerja para menteri,” ujar Ray, mengutip tayangan pagi YouTube Kompas TV, Rabu (21/10/2026) yang dimuat Tribunnews.com.
“Tetapi saya mungkin sudah berkali-kali mengatakan persoalan utamanya menurut saya bukan hanya pada soal kinerja menteri, tetapi sejauh apa Presiden juga mampu mengoptimalkan para menterinya untuk bekerja,” lanjutnya.
Ray menilai Gerindra perlu mendorong perbaikan komunikasi antara Prabowo dan para anggota kabinet.
Ia menyinggung kabar mengenai sulitnya para menteri bertemu langsung dengan Presiden serta komunikasi yang dinilainya belum berjalan optimal.
Menurut Ray, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan para menteri dalam mengambil keputusan dan mempercepat pelaksanaan program di kementerian masing-masing.
“Kalau selama ini santer misalnya kita dengar bahwa Pak Prabowo itu sulit ditemui, jarang berkomunikasi dengan para menterinya dan seterusnya, baiknya itu mulai diingatkan oleh Gerindra bahwa pola yang seperti itu pada dasarnya sangat tidak membantu para menteri-menteri ini bekerja,” kata Ray.
Selain komunikasi, Ray juga menyoroti pentingnya keterbukaan Presiden dalam menerima laporan, termasuk informasi mengenai persoalan atau kendala yang dihadapi para pembantunya.
Sumber: Wartakota
