GELORA.CO — Bentrokan dua kelompok pemuda kembali pecah di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (16/10/2026) malam. Konflik yang dipicu kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua pelajar itu melibatkan aksi saling lempar batu hingga letusan senjata api rakitan atau papporo.
Bentrokan terjadi di Jalan Poros Trans Sulawesi, Desa Lampena, sekitar pukul 22.30 Wita. Dua kelompok yang terlibat berasal dari Dusun Saluborro, Desa Bawalipu, dan Dusun Kau, Desa Lampenai.
Kapolsek Wotu, AKP Simon Siltu, membenarkan bentrokan tersebut dipicu persoalan kecelakaan lalu lintas yang sebelumnya menewaskan dua pelajar.
“Masih masalah laka lantas (pemicu bentrokan),” kata Simon kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam bentrokan terbaru tersebut.
Kasi Humas Polres Luwu Timur, AKP Husain, menjelaskan ketegangan bermula ketika sekitar 50 pemuda dari Dusun Saluborro berupaya melempar batu ke arah kelompok pemuda Dusun Kau.
Pemuda Saluborro kemudian membakar ban bekas di Jalan Poros Masamba-Wotu. Situasi semakin memanas ketika kelompok tersebut melakukan penyerangan hingga terjadi bentrokan.
Dalam kejadian itu, terdengar letusan senjata api rakitan yang disebut warga setempat sebagai papporo.
“Dusun Saluborro sempat mundur dan terjadi saling lempar batu serta terdengar bunyi letusan senjata rakitan (papporo) dari pemuda Dusun Saluborro,” ujar Husain.
Polisi yang datang ke lokasi berupaya melerai kedua kelompok. Namun, situasi belum terkendali karena sejumlah pemuda justru melempari personel gabungan yang bertugas di lokasi.
“Kelompok pemuda dari Saluborro melakukan pelemparan ke personel Polres gabungan sehingga pihak polisi memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali,” katanya.
Kedua kelompok tetap melakukan aksi saling lempar batu meski polisi telah melepaskan tembakan peringatan. Bentrokan akhirnya dapat diredakan sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (17/10/2026).
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polres Luwu Timur juga meminta tambahan personel untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Ketegangan antarkelompok pemuda itu berkaitan dengan kecelakaan yang menewaskan dua pelajar SMA, Fausi (16) dan Suwaid (16), pada Rabu (7/10/2026).
Keduanya mengalami kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, sekitar pukul 20.58 Wita, saat berboncengan sepeda motor.
Kedua pelajar tersebut diduga hendak mendahului kendaraan lain, tetapi kehilangan kendali dan terjatuh di sisi kanan belakang sebuah truk. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Setelah kejadian, beredar informasi bahwa kedua korban sempat dikejar sekelompok orang sebelum mengalami kecelakaan. Namun, informasi tersebut masih dalam penyelidikan polisi dan belum dipastikan kebenarannya.
AKP Husain menyatakan penanganan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut menjadi kewenangan penyidik lalu lintas
Sumber: monitorIndonesia
