Ucapan Diduga Hina Nabi Picu Amarah Warga, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf -->

Ucapan Diduga Hina Nabi Picu Amarah Warga, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO — Kontroversi yang menyeret pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, memasuki babak baru. Ucapannya dalam sebuah video yang dinilai diduga menghina Nabi Muhammad SAW memicu keresahan hingga warga mendatangi majelis yang dipimpinnya.

Abah Setu sebelumnya membantah isi video tersebut dan menyebut rekaman yang beredar telah diedit menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, setelah dipanggil untuk memberikan klarifikasi, ia akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah rekaman percakapan Abah Setu dengan seorang pria yang diduga merupakan jemaahnya. Dalam video tersebut, terdapat pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW yang kemudian memicu tudingan bahwa Abah Setu telah meragukan kenabian Rasulullah sekaligus menghina Nabi.

Dalam percakapan itu, Abah Setu juga disebut menyinggung soal pengikutnya yang dinilai "terjebak syariat". Ia bahkan meminta pria tersebut tidak lagi mengikuti pengajian di Majelis Dzikir Nurul Hikam.

Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras masyarakat.

Situasi memanas pada Senin malam, 7 September 2026. Sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Bekasi untuk meminta Abah Setu memberikan penjelasan mengenai ucapan yang viral tersebut.

Kedatangan massa mendapat pengamanan aparat kepolisian. Polisi turun tangan untuk mencegah aksi tersebut berkembang menjadi konflik terbuka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan dugaan pelanggaran hukum kepada aparat.

"Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian," kata Budi.

Polisi juga memastikan kehadiran aparat di lokasi merupakan langkah pencegahan agar situasi tetap terkendali dan tidak terjadi gesekan antarmasyarakat.

Perkembangan kasus berlanjut pada Kamis, 10 September 2026. Polres Metro Bekasi mengundang Abah Setu untuk memberikan klarifikasi terkait video yang telah memicu polemik tersebut.

Klarifikasi berlangsung dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Abah Setu memberikan penjelasan mengenai pernyataannya yang menjadi sorotan. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan