Pulang dari Timur Tengah, Kapal Induk Amerika dalam Kondisi yang 'Mengenaskan' -->

Pulang dari Timur Tengah, Kapal Induk Amerika dalam Kondisi yang 'Mengenaskan'

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Penampilan kapal induk USS Abraham Lincoln mengejutkan sejumlah pengamat saat berlabuh di Thailand pada Rabu (2/9/2026). Kapal perang sepanjang hampir 1.100 kaki atau sekitar 335 meter itu terlihat dipenuhi karat dari bagian haluan hingga buritan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk utama Angkatan Laut Amerika Serikat. Namun, para ahli mengatakan karat di sepanjang garis air bukan sesuatu yang aneh bagi kapal yang telah beroperasi dalam waktu lama di laut.

USS Abraham Lincoln disebut telah berlayar selama 286 hari sejak meninggalkan pangkalan utamanya di San Diego pada November lalu. Kapal tersebut juga terlibat dalam operasi pertempuran dan blokade terhadap Iran di Timur Tengah selama berbulan-bulan.

"Karat di sepanjang garis air bukanlah hal yang aneh pada kapal yang telah menghabiskan 60 hari atau lebih beroperasi terus menerus di laut," kata Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS yang tiga kali bertugas di kapal induk kelas Nimitz, dikutip dari CNN.

Menurut Schuster, persoalan karat tidak mudah ditangani ketika kapal masih berada di laut, terlebih saat menjalankan operasi tempur. Perawatan membutuhkan kru turun ke garis air untuk mengampelas karat, kemudian memberikan dua lapis cat dasar antikarat dan dua lapis cat abu-abu khas Angkatan Laut.

"Berdasarkan apa yang saya lihat, Anda membutuhkan sekitar 30 hari pekerjaan perawatan untuk menghilangkan semua karat," jelas Schuster. Karena itu, tidak seluruh bagian kapal dapat langsung ditangani selama persinggahan singkat di pelabuhan.

USS Abraham Lincoln berlabuh di Pelabuhan Laem Chabang, Teluk Thailand, di selatan Bangkok, pada Rabu. Kunjungan tersebut diperkirakan berlangsung selama beberapa hari dan menjadi kesempatan bagi para awak untuk mendapatkan waktu istirahat dan relaksasi setelah penugasan panjang.

Schuster mengatakan pekerjaan yang dilakukan selama kunjungan pelabuhan kemungkinan hanya berfokus pada bagian yang dianggap paling prioritas. "Mereka hanya akan melakukan pekerjaan prioritas tinggi selama kunjungan pelabuhan tujuh hari," tuturnya.

Menurutnya, bagian haluan dan lambung depan akan menjadi prioritas karena area tersebut paling banyak mengalami kerusakan akibat kapal terus bergerak. Bagian tersebut juga lebih banyak terpapar korosi akibat air laut, terutama ketika kapal beroperasi di perairan yang bergelombang.

Kondisi USS Abraham Lincoln menunjukkan tantangan perawatan kapal perang yang menjalani operasi laut dalam waktu panjang. Meski tampak penuh karat, para ahli menilai kondisi tersebut dapat terjadi secara alami pada kapal yang menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut dan membutuhkan perawatan khusus ketika kembali ke pelabuhan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan