Heboh Kasus Perundungan Berat di Sekolah ICM, Pelaku Disebut Anak Wamen Inisial DAS -->

Heboh Kasus Perundungan Berat di Sekolah ICM, Pelaku Disebut Anak Wamen Inisial DAS

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
— Jagat media sosial kembali diramaikan oleh kasus dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di sebuah sekolah Islam swasta ternama. Dalam unggahan yang berseliweran di platform thread dan X, disebutkan, pelaku perundungan tersebut adalah seorang anak wakil menteri berinisial DAS. Kasus ini pertama kali mencuat ke ruang publik melalui serangkaian utas dan laporan di media sosial yang dibagikan oleh akun-akun komunitas.

Salah satunya diungkap oleh akun keluarga korban serta diperkuat oleh kesaksian langsung dari orang tua korban di platform digital. Kasus dugaan perundungan berat itu terjadi di lingkungan sekolah Islam Cendekia Madani (ICM) pada tanggal 26 Agustus 2026 silam, bertepatan dengan kegiatan kepramukaan yang berlangsung di lapangan sekolah.

Berdasarkan lembar catatan kronologi tulisan tangan yang dibuat langsung oleh korban, peristiwa mengerikan itu bermula ketika korban tiba-tiba disergap oleh sekelompok senior yang berjumlah sekitar lima hingga enam orang. Dalam pengakuannya, korban menuliskan detik-detik penuh teror saat kedua tangannya dipegangi ke belakang secara paksa dan badannya dijatuhkan ke tanah. "Saat kejadian tangan saya dipengang di kebelakang, juga dijatuhkan badan saya. Saat badan saya di tidurkan mata sama mulut saya di tutup pakai kacu (Dasi Pramukaan). Pikiran saya sudah kacau, ada pikiran saya mau mati," tulis korban, dikutip Jumat (25/9/2026).

"Saat di tutup mulut saya saya sudah berteriak sekuat tenaga. Kepala saya dipukul pakai buku SKU (Buku Pramuka), badan saya di tindih 6-5 orang. Saat selesai sudah kejadian saya membuka kacu dari mata saya. Setelah itu teman saya angkat badan saya untuk ke UKS, karena kuping saya berdarah," demikian kutipan utuh dari catatan tertulis korban.

Akibat penganiayaan brutal tersebut, korban mengalami trauma psikologis mendalam serta menderita luka fisik serius, termasuk bagian telinga yang dilaporkan robek dan mengeluarkan darah hingga memerlukan tindakan medis berupa jahitan. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat ditempuh melalui jalur mediasi antara pihak sekolah, keluarga korban, dan para orang tua pelaku. Namun, iktikad baik tersebut menemui jalan buntu setelah salah satu orang tua pelaku yang diduga bertindak sebagai provokator mangkir dan tidak hadir dalam pertemuan mediasi.

Berdasarkan penelusuran serta pengakuan langsung dari orang tua korban di media sosial dengan akun @rabiehidayat12, terungkap fakta mengejutkan, orang tua yang mangkir tersebut merupakan seorang Wakil Menteri berinisial DAS. Penyelidikan mandiri para netizen di ruang digital kemudian mengerucut pada spekulasi bahwa inisial DAS tersebut merujuk kepada Dahnil Anzar Simanjuntak, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah, lantaran jejak digital pada akun media sosial miliknya pernah membagikan momen kebersamaan dan aktivitas pendidikan anaknya di lingkungan sekolah tersebut.

Ironisnya, pasca-insiden kekerasan yang hampir merenggut nyawa tersebut, korban masih kerap berpapasan dengan para pelaku di lingkungan sekolah. Bahkan, salah satu pelaku sempat diikutsertakan dalam ajang kejuaraan bola basket yang sama dengan korban. Situasi yang tidak kondusif dan lambatnya penegakan keadilan internal membuat korban bersama keluarganya akhirnya memutuskan untuk mundur dari kejuaraan tersebut dan memilih keluar dari sekolah Islam Cendekia Madani demi keselamatan dan pemulihan mental korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi, tanggapan, atau klarifikasi terbuka yang dikeluarkan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak terkait isu yang menyeret namanya tersebut. Demikian pula dari pihak Sekolah Islam Cendekia Madani (ICM), belum memberikan keterangan resmi soal kasus dugaan perundungan berat tersebut. 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan