Vespa Dahnil Anzar Bikin Heboh, Wamen Haji Bilang Bukan Bodong Tapi Surat Mati, Netizen Tambah Geleng-Geleng -->

Vespa Dahnil Anzar Bikin Heboh, Wamen Haji Bilang Bukan Bodong Tapi Surat Mati, Netizen Tambah Geleng-Geleng

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  – Vespa Dahnil Anzar kembali bikin heboh. Wamen Haji menyebut motornya bukan bodong, melainkan suratnya sudah mati. Jawaban ini bikin netizen bertanya.

Vespa yang digunakan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak kembali bikin heboh di media sosial.

Kendaraan dengan pelat nomor B 6008 DAS tersebut menjadi sorotan setelah status administrasinya dipertanyakan Ario Kiswinar Teguh, anak motivator Mario Teguh.

Polemik itu bukannya mereda setelah Dahnil memberikan penjelasan.


Justru, jawaban sang Wamen Haji soal kondisi surat Vespa membuat perbincangan kembali ramai.

Dahnil menegaskan Vespa tersebut bukan kendaraan bodong.

Menurut dia, motor tua yang dibelinya dari pemilik sebelumnya memang memiliki surat-surat, tetapi sudah tidak aktif.

Pernyataan itu kemudian memancing respons dari sejumlah warganet.


Mereka mempertanyakan perbedaan antara kendaraan yang disebut tidak memiliki surat dengan kendaraan yang surat-suratnya sudah mati.

Salah satu komentar bahkan secara langsung menyinggung pernyataan Dahnil.

“Statemen bapak di awal itu tak bersurat.. Tak bersurat dengan mati surat2 nya itu 2 makna yang berbeda lo pak,” tulis akun @penjahitliza di Threads.

Komentar tersebut hingga kini belum mendapat tanggapan lanjutan dari Dahnil.


Polemik bermula dari unggahan Dahnil ketika mengendarai Vespa dengan pelat nomor B 6008 DAS setelah mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI

Unggahan tersebut kemudian dikomentari Kiswinar.

Ia menyoroti Vespa yang digunakan Dahnil, termasuk kondisi kendaraan dan pelat nomor yang terpasang.

Sorotan itu kemudian berkembang di media sosial.

Tangkapan layar informasi kendaraan yang disebut berasal dari situs pemerintah ikut beredar dan menjadi bahan perdebatan warganet.

Dalam data yang beredar, kendaraan tersebut tercantum sebagai Vespa berkapasitas 150 cc dengan tahun produksi 1974.

Informasi tersebut lantas membuat publik bertanya-tanya mengenai status kendaraan yang digunakan Dahnil.

Perdebatan pun tak lagi sekadar soal Vespa tua.

Status administrasi kendaraan dan kondisi surat-suratnya ikut menjadi perhatian.

Sebelum menjelaskan mengenai kondisi surat Vespa, Dahnil juga sempat menyatakan keberatan terhadap tudingan yang diarahkan kepadanya.

Ia bahkan menyebut akan melaporkan Kiswinar ke polisi.

Dahnil menilai pernyataan yang disampaikan Kiswinar telah masuk kategori fitnah.

Perseteruan yang awalnya muncul di kolom komentar media sosial itu kemudian berkembang menjadi polemik yang lebih luas.


Kini, setelah Dahnil menyebut Vespa tersebut “bukan bodong, tapi mati”, perbincangan kembali bergulir.

Jawaban tersebut menjadi perhatian karena istilah “mati” yang dimaksud merujuk pada surat-surat kendaraan yang sudah tidak aktif.

Di sisi lain, sejumlah netizen justru mempertanyakan kembali pernyataan sebelumnya mengenai kendaraan yang disebut “tak bersurat”.

Perbedaan istilah inilah yang membuat kolom komentar kembali ramai.

Warganet tampak ingin mengetahui secara lebih jelas bagaimana sebenarnya status administrasi Vespa B 6008 DAS tersebut.



Yang jelas, polemik Vespa ini belum benar-benar selesai.

Kini publik tinggal menunggu penjelasan lebih lengkap mengenai status surat kendaraan yang menjadi sorotan tersebut.

Sumber: Holopis 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan