Ustaz Hilmi Firdausi Murka Al-Quran Jadi Tantangan di Booth Miras: Penistaan Agama! -->

Ustaz Hilmi Firdausi Murka Al-Quran Jadi Tantangan di Booth Miras: Penistaan Agama!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  – Aksi viralAl-Quran dijadikan bagian dari tantangan untuk mendapatkan minuman keras (miras) di salah satu booth sponsor The Sounds Project menuai kecaman keras. Salah satunya datang dari Ustaz Hilmi Firdausi yang menilai aksi tersebut sudah kelewat batas.

Ya, Ustaz Hilmi Firdausi menjadi salah satu pihak yang memberikan respons keras terhadap kejadian tersebut. Melalui pernyataannya, dia secara langsung menyoroti pihak Newport sebagai brand minuman keras yang booth-nya menjadi lokasi kejadian.


“Untuk brand miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Quran ditukar sama Miras," kata Ustaz Hilmi di X, dikutip Selasa (11/8/2026). 

"Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!" tegas pemuka agama tersebut. 


Kontroversi ini menjadi semakin besar lantaran yang dipermasalahkan bukan sekadar aktivitas di sebuah booth festival musik. Bagi pihak-pihak yang mengecam, persoalannya terletak pada penggunaan bacaan Al-Quran sebagai bagian dari sebuah tantangan yang imbalannya berupa minuman keras.

Surah Ad-Dhuha yang merupakan bagian dari Al-Qur’an disebut dilantunkan oleh peserta dalam tantangan tersebut.


Potongan video itu kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi. Sebagian warganet mempertanyakan bagaimana bacaan kitab suci dapat ditempatkan dalam konteks aktivitas yang berkaitan dengan promosi minuman beralkohol.

Setelah polemik membesar, MC yang bertugas di booth Newport, Ega, juga menyampaikan permohonan maaf. Dalam klarifikasinya, Ega mengungkap bahwa aksi tersebut bermula ketika dirinya berinteraksi dengan pengunjung saat jeda acara.

Seorang audiens yang mengenakan atasan putih kemudian disebut tiba-tiba mengambil alih mikrofon miliknya.

Audiens tersebut selanjutnya membuat sayembara kepada pengunjung lain untuk melafalkan salah satu surat dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut.

Ega mengakui dirinya lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut.

“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut,” ujar Ega dalam pernyataannya.

Dia pun meminta maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan audiens hingga akhirnya menimbulkan kegaduhan.

Ega Tegaskan Newport Tak Terlibat
Dalam pernyataan yang sama, Ega memberikan penegasan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut dengan aksi spontan tersebut.

“Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut,” tegasnya.

The Sounds Project bahkan mengaku marah, kecewa, dan mengecam tindakan tersebut.

Penyelenggara juga menyatakan telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta kasus tersebut diselesaikan hingga tuntas.

Sebagai tambahan, The Sounds Project menyatakan tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge maupun promosi produk dalam bentuk apa pun.

Mereka juga menegaskan tidak menoleransi tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara, termasuk sponsor dan mitra kerja sama.

“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” demikian pernyataan The Sounds Project

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google