GELORA.CO - - Jumlah korban meninggal dunia pasca gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai pukul 18.30 WITA sebanyak 40 orang. Angka itu menunjukkan ada penambahan jumlah korban dari data terakhir beberapa jam lalu.
”Menginfokan per 18.30 WITA rekapitulasi korban sementara meninggal dunia 40 orang,” kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman pada Sabtu (15/8).
Fathur menyampaikan bahwa angka korban meninggal dunia terbaru bersumber dari laporan petugas di lapangan.
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 50 korban mengalami luka-luka. Baik korban luka berat maupun korban luka ringan. Sehingga total korban secara keseluruhan sebanyak 90 orang.
Menurut Fathur, seluruh personel dan sarana yang dimiliki sudah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak gempa bumi tersebut.
Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo.
"Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujarnya.
Secara keseluruhan 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel sebanyak itu berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.
Sampai malam ini, operasi SAR masih berlangsung. Tim SAR Gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun serta evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang aman.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto pun menyampaikan bahwa laporan dari lapangan menyebut masih ada korban tertimbun material bangunan yang runtuh saat gempa mengguncang.
”Dilaporkan oleh bapak gubernur NTT itu ada beberapa (yang masih tertimbun bangunan). Tapi, di bawah 10 begitu,” kata dia dalam konferensi pers yang disiarkan secara dalam jaringan (daring) sore tadi.
Suharyanto menegaskan bahwa saat ini pencarian dan pertolongan menjadi prioritas pemerintah. Tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait lain langsung disiapkan untuk menyisir bangunan terdampak gempa bumi.
”Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan,” tegas dia
Sumber: jawapos
