GELORA.CO - Pengamat Kebijakan Publik, Syukur Mandar, mengultimatum Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan langkah nyata memperbaiki pemerintahan, salah satunya melalui perombakan Kabinet Merah Putih sebelum genap dua tahun kepemimpinannya pada 20 Oktober 2026.
Syukur mengusulkan agar komposisi kabinet diisi 60 persen kalangan profesional sesuai kompetensi, dan 40 persen dari partai politik.
"Menurut saya ya sisa 2 bulan ini. 1 bulan lebih kan dia genap 2 tahun kan. Kalau dia tidak melakukan itu menurut saya enggak ada harapan lagi. Dan kalau enggak ada harapan ya harus mawas diri," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (20/8).
Ia juga memperingatkan bahwa kemarahan rakyat di era sekarang lebih berbahaya dibandingkan era sebelumnya.
"Karena menurut saya kemarahan rakyat di era ini beda dengan kemarahan rakyat di era sebelumnya. Agak beda. Percaya sama saya? Lebih berbahaya," tandasnya.
Seperti diketahui, sejumlah pengamat politik mendesak Prabowo untuk melakukan reshuffle kabinet. Desakan ini menguat seiring dengan rilis data survei yang menunjukkan penurunan signifikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana reshuffle. Jika pun ada perubahan, fokus utamanya bukan mengganti menteri, melainkan mengisi posisi yang sedang kosong.
"Sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih. Sekali lagi kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas," ucap Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).
Sumber: wartaekonomi
