GELORA.CO - Dugaan penistaan agama yang membayangi festival musik The Sounds Project hingga kini masih hangat diperbincangkan publik.
Pangkal persoalan ini berakar dari aktivitas di stan produk minuman beralkohol, Newport.
Dalam video yang beredar, seorang wanita berbaju putih melemparkan tantangan melafalkan Surah Ad-Duha.
Wanita tersebut menjanjikan imbalan berupa minuman keras bagi siapa saja yang mampu menghafalnya.
Tentu saja aksi itu dinilai mencederai nilai-nilai keagamaan hingga menyulut kemarahan masyarakat.
Menindaklanjuti gejolak tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni RES yang bertindak sebagai master of ceremony (MC), AK dan I selaku pihak yang melempar tantangan, serta M sebagai pengunjung yang melafalkan Ad Dhuha.
Sebelum penetapan tersangka dilakukan, nama Nadhea Devi sempat mendadak viral.
Ia diterpa tuduhan miring sebagai sosok wanita berbaju putih dalam video tersebut.
Namun, tabir kebenaran akhirnya terkuak setelah diketahui bahwa Nadhea hanyalah korban salah sasaran dan fitnah netizen.
Nadhea turut beber alasan ganti nama akun media sosial saat isu penistaan agama mencuat. Seperti apa?
Seperti apa?
Klarifikasi Nadhea Devi
Dikutip dari akun X @MariaAlkaff_ Nadhea Devi menyampaikan klarifikasinya melalui sebuah video pada Kamis (13/8/2026).
Dalam video yang turut disertai timer itu, Nadhea memakai baju berwarna hitam.
Ia memastikan bahwa dirinya bukanlah wanita berbaju putih yang memberi tantangan melafalkan surat Ad Dhuha dengan imbalan minuman beralkohol.
"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Nadhea Devi.
Di sini saya mau menjelaskan dan meluruskan terkait kasus dugaan penistaan agama yang telah beredar di media sosial, yang sehingga membawa nama saya dan juga keluarga saya.
Yang pertama, saya mau menjelaskan kalau pelaku yang ada di foto ini itu jelas-jelas bukan saya, dan saya sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini.
Sejauh yang saya ketahui dari media sosial maupun artikel yang telah beredar, bahwa pihak kepolisian telah berhasil melakukan tindakan pengamanan terhadap pelaku dugaan penistaan agama.
Hal ini juga bisa teman-teman cek di media sosial dan juga artikel yang telah beredar tentang kebenaran perilaku dugaan penistaan agama yang sudah dikeluarkan oleh pihak kepolisian," ungkap Nadhea.
Alasan Ganti Nama Medsos
Nadhea diketahui sempat mengganti username dari akun media sosialnya saat dugaan penistaan agama viral.
Ia ternyata melakukan hal tersebut karena panik menerima serangan dari netizen.
"Mengenai akun media sosial saya yang saya ganti akun dan lain-lain, itu terjadi karena saya benar-benar merasa panik dan juga saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Karena jujur saya tidak melakukan apapun, tetapi kenapa malah netizen yang menyerang saya.
Jadi buat teman-teman, please jangan gegabah. Kita serahkan semua kepada pihak yang berwajib. Dan tolong banget buat teman-teman, jangan sampai salah menuduh orang lagi. Cukup saya dan keluarga saya yang menjadi korban," imbuhnya.
