GELORA.CO - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjenguk seorang siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswi korban keracunan MBG dirawat di ruang perawatan intensif (PICU) Rumah Sakit Umum (RSU) Medan pada Jumat, 15 Agustus 2026.
Namun, bukannya mendapat simpati, respons Sudaryono yang tampak menunduk dan bersedih di samping tempat tidur pasien justru memicu kritik tajam dari warganet.
Reaksi negatif publik ini mengemuka setelah akun Instagram @suaraakarrumputt mengunggah momen kunjungan tersebut pada Minggu, 16 Agustus 2026.
“Bukannya Dihentikan, Sudaryono Malah Asyik Akting Nangis di Depan Korban Keracunan MBG,” tulis narasi dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahan yang dibagikan tersebut juga kembali menyinggung perihal keprihatinan pejabat sama sekali tidak menyelesaikan akar masalah yang ada.
“Masyarakat sipil menegaskan bahwa derai air mata maupun ekspresi keprihatinan pejabat sama sekali tidak menyelesaikan akar kelapukan dan bahaya keselamatan dari program beracun ini,” tulis akun instagram suaraakarrumputt.
Lebih lanjut, akun tersebut menilai program MBG yang dianggap ugal- ugalan menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan siswa. Publik pun didesak untuk menuntut tindakan nyata dibanding sekadar gestur keprihatinan.
“Publik kini mendesak Kepala BGN untuk tidak sekadar berakting sedih di depan kamera, melainkan segera menutup dan menghentikan seluruh operasional program MBG secara nasional,” ungkap akun tersebut.
Tentu unggahan ini menuai banyak sorotan tajam warganet hingga memperoleh lebih dari 28 ribu like dan lebih dari 8 ribu komentar netizen pada 17 Agustus 2026.
“Mundur aja Pak,” tulis akun ozkar_fpv dengan mengetag akun instagram Sudaryono @sudaru_sudaryono.
“Belajar akting dimana Pak,” tulis danz004.
“Buat dia penderitaan orang lain bukan tanggung jawabnya,,, yang penting cair,” tulis akun zaenudinjoe dengan emoticon tertawa.
“Bencana yang sengaja dibuat yaitu MBG,” tulis _sulhandi98.
“Judul Sinetron,” tanya fajarsidi.***
