Memanas, Bahar Smith Kontak Langsung Hercules, Begini Jawabannya -->

Memanas, Bahar Smith Kontak Langsung Hercules, Begini Jawabannya

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Memanas, Bahar Smith Kontak Langsung Hercules, Begini Jawabannya

GELORA.CO - 
Habib Bahar mengaku telah menghubungi langsung pemimpin ormas GRIB Jaya, Hercules terkait kasus dugaan pengeroyokan yang dialami dua warga di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada saat demo 27 Agustus 2026, lalu.

Dikutip dari kanal YouTube Fakta News, dalam video tersebut terlihat Bahar menyinggung nama Hercules ketika sedang mengisi ceramah. 

Awalnya ia membahas soal kasus pengeroyokan yang menewaskan Bambang warga Pejompongan. Habib Bahar mendesak agar para pelakunya segera ditangkap dan diadili.

"Siapapun, mau anggota GRIB, mau anggota polisi, intel pokoknya yang terlibat penganiayaan pada saudara kita wajib diusut tuntas," katanya disitat pada Minggu, 30 Agustus 2026.

"Saya sampaikan kepada kalian semua, omas GRIB ataupun ormas-ormas apapun itu siapa-pun kalian, mau preman manapun, mau ormas manapun kalian jadi satu, demi Allah jari kelingking saya tidak akan gemetar," tuturnya.

Bahar kemudian mengatakan bahwa dirinya telah menanyakan langsung kasus ini pada pentolan GRIB, Hercules.

"Tadi saya telepon Hercules. Hercules bilang, bib tidak ada anak buah saya yang di Pejompongan kami cuma batas Slipi aja bib, katanya. Katanya begitu," ucap Bahar.  

Usut Tuntas Berantas Premanisme


Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith mendesak aparat untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan Bambang dan Fatur. Ia menduga, kasus ini melibatkan ormas GRIB Jaya.

Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu menegaskan, bahwa dirinya akan turun langsung mengawal kasus ini sampai tuntas, sehingga para korban mendapat keadilan. 

"Saya bakal kawal kasus-kasus ini, Bapak Bambang dan Fatur. Bapak Bambang sampai meninggal dunia, itu dikeroyok, dianiaya, kurang ajar, biadab. Itu pelakunya wajib ditangkap, harus ditangkap dan diadili," kata Habib Bahar dalam video yang viral di media sosial.

Bahar mendesak aparat untuk segera meringkus pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan ini. Mereka diduga terkait kelompok GRIB. 

"Ormas-ormas itu GRIB maupun PWI harus ditangkap, nggak ada urusan. Adu domba rakyat, biadab. Mereka kan jadi penjilat-penjilat pejabat. Jadi penjaga, pelindung pejabat. Makanya mereka semene-mena kepada rakyat, biadab, kurang ajar," ucap Habib Bahar.

Dalam video yang viral ini, ia lantas menantang para pereman yang terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut. 

"Hei, preman-preman itu semua, kumpulin jadi satu mereka semua. Kumpulin jadi satu semua preman-preman. Semua, siapapun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semua jadi satu. Lawan ana," tegas Bahar. 

"Hei, kelingking saya, nggak gemetar walaupun mereka semua jadi satu. Mau siapapun, mau GRIB, mau siapapun. Mau PWI, mau siapapun wajib ditahan, wajib ditangkap," sambungnya. 

Habib Bahar memastikan bahwa dirinya akan selalu berada dibarisan rakyat. 

"Saya bakal ada di sisi rakyat. Ketika mereka (ormas lain) berada di sisi penguasa, saya berada di sisi rakyat," janji Bahar.

Postingan video tersebut sontak menuai ragam komentar warganet. Banyak pula yang mendukung aksi Bahar.

Menariknya, dukungan tersebut kali ini datang dari istri Panglima Manguni, Nancy Angela Hendriks. Sosok yang selama ini kerap bertolak belakang dengan Bahar kini satu suara.

"Kl ini gw setuju sama ente bib," tulis akun @nancyagelahendriks. 

Sebagai informasi, Bambang Setiawan (59 tahun) dan Faturohman (18 tahun) adalah korban pengeroyokan yang terjadi saat aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026 di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dalam kejadian ini, Bambang dilaporkan tewas, sedangkan Fatur luka parah. Kasusnya dalam penyelidikan lebih lanjut kepolisian.  
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan