GELORA.CO - Tommy Indratama siapa dan kerja apa menjadi pertanyaan yang ramai dicari warganet. Meski namanya belakangan muncul dalam percakapan di media sosial, jejak publik Tommy sebenarnya sudah dapat ditemukan beberapa tahun sebelumnya, terutama melalui keterlibatannya dalam industri perfilman Indonesia.
Berdasarkan sejumlah pemberitaan media pada 2022, Tommy Indratama dikenal sebagai executive producer atau produser eksekutif dari Sin3rgi/Tiga Sinergi.
Namanya tercatat sebagai salah satu sosok di balik produksi film horor psikologis berjudul Tutuge yang mengambil latar cerita dan kebudayaan Bali. ANTARA menyebut Tommy sebagai executive producer Sin3rgi ketika film tersebut diperkenalkan kepada publik.
Basis data perfilman IMDb juga mencantumkan Tommy Indratama sebagai producer film Tutuge (2022).
Dalam daftar kru lengkap film tersebut, namanya masuk pada bagian produser bersama sejumlah nama lain yang terlibat dalam produksi. Dengan demikian, pekerjaan Tommy yang paling jelas dapat diverifikasi dari sumber publik adalah aktivitas sebagai produser di industri film.
Tutuge merupakan film yang dibintangi antara lain Rania Putrisari, Imelda Therinne, Rizky Hanggono, dan Ismi Melinda.
Pengambilan gambar dilakukan di Bali sebelum pandemi Covid-19, sedangkan penayangannya di bioskop Indonesia dimulai pada 14 April 2022. Film tersebut membawa unsur budaya Bali ke dalam cerita drama psikologis dan misteri horor.
Tommy pernah menjelaskan bahwa panjangnya proses dari produksi hingga penayangan tidak mengurangi kepuasannya terhadap hasil film tersebut.
“Penantian untuk produksi film ini cukup lama bagi kami. Tapi kami merasa sangat puas dengan hasilnya,” kata Tommy saat membicarakan Tutuge.
Ia juga berharap film tersebut tidak hanya menjadi tontonan horor biasa. “Harapan saya, film ini memberikan warna baru bagi industri perfilman nasional,” ujar Tommy. Film Tutuge sebelumnya juga telah berkeliling ke sejumlah festival dan memperoleh penghargaan sebelum masuk bioskop nasional.
Fimela mencatat Tommy hadir sebagai Executive Producer Sin3rgi dalam gala premiere Tutuge di Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan film itu telah mengikuti delapan festival sebelum akhirnya dibawa kepada penonton bioskop Indonesia.
Nama Tommy Indratama juga muncul dalam sebuah laman perusahaan penerbangan Nusantara Pacific Aviation sebagai Vice President Operation. Laman manajemen perusahaan tersebut mencantumkan “Mr. Tommy Indratama” bersama jajaran komisaris, direktur utama, kepala pilot, dan pejabat lainnya.
Namun, sumber yang tersedia tidak memberikan konfirmasi yang cukup untuk memastikan bahwa Tommy Indratama di Nusantara Pacific Aviation adalah orang yang sama dengan produser film Tutuge. Karena kesamaan nama saja tidak cukup, informasi tersebut perlu dipisahkan sampai terdapat sumber yang secara eksplisit menghubungkan keduanya.
Hal serupa berlaku untuk biodata pribadi Tommy Indratama. Hingga 14 Agustus 2026, sumber media kredibel yang membahas kiprahnya di film belum mencantumkan tanggal lahir, umur, tempat kelahiran, pendidikan, agama, nama istri maupun informasi keluarga secara lengkap. Profil IMDb miliknya pun hanya mencantumkan keterlibatan dalam produksi Tutuge, tanpa biodata pribadi terperinci.
Oleh sebab itu, angka umur, agama, alamat, atau latar keluarga yang mungkin beredar di akun media sosial tidak dapat langsung dimasukkan sebagai biodata Tommy tanpa verifikasi. Hal ini juga penting untuk menghindari tertukarnya Tommy dengan sejumlah orang lain yang mempunyai nama sama atau mirip di internet.
Jadi, Tommy Indratama adalah sosok yang jejak profesinya dapat diverifikasi sebagai produser atau executive producer di industri perfilman, terutama melalui rumah produksi Sin3rgi/Tiga Sinergi dan film Tutuge yang tayang pada 2022. Ia ikut membawa film tersebut dari proses produksi hingga akhirnya beredar di bioskop setelah sebelumnya mendapat perhatian di sejumlah festival internasional.
Sementara untuk pertanyaan biodata lengkap seperti umur, asal daerah, agama, pasangan dan keluarga, belum tersedia informasi terverifikasi yang cukup dari sumber publik kredibel hingga Agustus 2026. Karena itu, profil Tommy saat ini lebih tepat difokuskan pada rekam jejak profesional yang telah terdokumentasi daripada menambahkan data pribadi yang belum dapat dipastikan.***
