Iran Ancam Serang Kabel Internet di Selat Hormuz jika Diserang AS Lagi -->

Iran Ancam Serang Kabel Internet di Selat Hormuz jika Diserang AS Lagi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah ekstrem jika Amerika Serikat (AS) kembali menyerang negaranya. Salah satu opsi yang sedang dipelajari militer Iran adalah menyerang kabel serat optik bawah laut yang melintas di Selat Hormuz.

Ancaman tersebut muncul di tengah kebuntuan negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz serta ketidakjelasan prospek perundingan lanjutan antara AS dan Iran. Teheran dilaporkan tengah menyiapkan berbagai opsi untuk menghadapi kemungkinan eskalasi baru dari Washington.


Selain kabel internet bawah laut, Iran juga mempertimbangkan memperluas sasaran serangan ke pangkalan dan aset militer AS di Eropa. 

Dua sumber pejabat yang dekat dengan pemerintah Iran mengatakan kepada surat kabar Inggris The Financial Times (FT), Teheran sedang mempelajari kemungkinan memperluas konflik hingga ke luar kawasan Timur Tengah.


"Jika AS bertindak keterlaluan, Iran akan mempertahankan diri dengan segala cara, melampaui kawasan ini (Timur Tengah), dan juga menyerang Eropa," kata salah satu sumber pejabat tersebut.

Militer Iran sedang mempelajari kemungkinan menyerang aset-aset AS di negara-negara Eropa bagian tenggara, termasuk Bulgaria. Pada Juli lalu, Bulgaria memberikan izin kepada AS untuk menggunakan Pangkalan Udara Bezmer bagi pesawat tanker militer.


Menurut laporan tersebut, Iran sebenarnya pernah menargetkan pangkalan militer negara Eropa yang digunakan oleh AS. Namun, serangan sebelumnya masih sangat terbatas.

Pada Maret lalu, drone Iran menghantam Siprus, yang menjadi lokasi pangkalan udara Inggris. Pangkalan tersebut juga kini masuk dalam daftar target potensial jika AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.


Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz. Kabel-kabel tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur komunikasi internasional yang menghubungkan negara-negara di kawasan.

Kemungkinan penargetan kabel tersebut menunjukkan, eskalasi konflik Iran-AS berpotensi tidak hanya menyasar pangkalan militer atau fasilitas pertahanan. Infrastruktur strategis di kawasan juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan militer Teheran apabila perang kembali meningkat

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan