GELORA.CO - Sembilan hari berlalu sejak gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Namun, Presiden Prabowo Subianto hingga Minggu (23/8/2026) belum datang langsung ke daerah terdampak.
Rencana kunjungan Prabowo ke NTT sebenarnya telah disampaikan Istana. Namun, hingga kini waktu kedatangan Presiden masih dalam tahap persiapan.
Pemerintah pusat telah mengerahkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menangani dampak gempa yang melanda wilayah Flores dan sekitarnya.
Distribusi bantuan logistik, evakuasi korban, pelayanan kesehatan, hingga proses pemulihan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi NTT dalam waktu dekat.
Namun, kepastian mengenai waktu kunjungan tersebut belum disampaikan.
Prabowo Batal ke Nagekeo
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (22/8/2026).
Namun, rencana tersebut batal dilakukan.
Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada membenarkan adanya perubahan jadwal tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu siang.
"Sepertinya ada pergeseran, nanti konfirmasi saja ke BNPB karena mereka yang berkomunikasi dengan protokoler kepresidenan. Kami di lapangan ini tidak bisa akses sampai ke protokoler kepresidenan," ujar Gonzalo.
Gonzalo yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana Kabupaten Nagekeo mengatakan, kunjungan Presiden kemungkinan dijadwalkan ulang pada Minggu (23/8/2026) atau Senin (24/8/2026).
Kedatangan Prabowo direncanakan untuk melihat langsung penanganan tanggap darurat gempa, kondisi para pengungsi, serta pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo.
Sebelumnya, rombongan Presiden disebut dijadwalkan mendarat di helipad Batalyon 834/WM Nagekeo sekitar pukul 11.50 WITA.
Namun, hingga pukul 12.51 WITA, tidak terlihat adanya kedatangan Presiden di Kabupaten Nagekeo.
Para korban gempa yang berada di tenda pengungsian Lapangan Berdikari, Kota Mbay, bahkan telah menanti kedatangan Prabowo.
Sejumlah ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa juga disebut telah menunggu untuk menerima santunan duka yang rencananya diserahkan langsung oleh Presiden di lokasi tersebut.
Istana Pastikan Prabowo Akan ke NTT
Rencana kunjungan Presiden Prabowo ke NTT kembali ditegaskan Mensesneg Prasetyo Hadi pada Minggu (23/8/2026).
Prasetyo menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri sebuah acara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Menurut Prasetyo, persiapan kunjungan Presiden ke NTT masih dilakukan oleh pihak Istana.
"Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat," kata Prasetyo.
Saat ditanya mengenai kemungkinan keberangkatan Prabowo pada Senin atau Selasa, Prasetyo belum memberikan kepastian.
Ia hanya memastikan bahwa Presiden akan datang ke NTT.
"Insyaallah pasti akan ke sana," ujarnya.
Data Korban Gempa M 7,7 NTT
Gempa utama yang mengguncang kawasan Flores, NTT, terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dengan kekuatan magnitudo 7,7.
Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut menimbulkan dampak cukup besar.
Data yang tercatat antara lain:
83 orang meninggal dunia.
986 orang mengalami luka-luka.
110.785 warga mengungsi.
44.946 unit rumah mengalami kerusakan, termasuk 17.176 rumah rusak berat.
Aktivitas kegempaan di wilayah terdampak juga masih tinggi.
Hingga data terakhir yang disebutkan, tercatat 4.258 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.
Kondisi tersebut membuat proses tanggap darurat dan pemulihan di sejumlah wilayah NTT masih terus berlangsung
Sumber: Wartakota
