Disebut Prabowo Dapat Upah Rp700 Ribu dari Kupas Bawang, Susanah Ternyata Kerja Menjahit dengan Upah Rp14 Ribu -->

Disebut Prabowo Dapat Upah Rp700 Ribu dari Kupas Bawang, Susanah Ternyata Kerja Menjahit dengan Upah Rp14 Ribu

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -- Nama Susanah (38), warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi sorotan setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan.

Susanah disebut sebagai buruh harian yang mendapatkan upah Rp700 ribu per kilogram dari pekerjaan mengupas bawang.


Pernyataan tersebut kemudian viral di media sosial karena nominal upah yang disebut sangat besar.

Namun, kondisi di lapangan ternyata berbeda. Berdasarkan keterangan keluarga, Susanah bukan buruh pengupas bawang.

Ia sehari-hari bekerja menjahit kain majun dengan upah sekitar Rp700 per kilogram.

Dalam sehari, Susanah rata-rata hanya membawa pulang sekitar Rp14 ribu dari pekerjaan menjahit tersebut.

Kakak ipar Susanah, Wina, mengatakan kondisi ekonomi keluarga Susanah memang tergolong sulit.

Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu karena hanya mendapat upah ketika ada pekerjaan.



"Kalau setahu saya ya, yang namanya ekonomi dia kurang ya. Karena memang kan apalagi suaminya kan namanya kuli bangunan, kalau ada pekerjaan dia bekerja. Kalau tidak ya tidak bekerja," kata Wina kepada TribunnewsBogor.com di kediaman Susanah, Minggu (16/8/2026).

Susanah juga masih memiliki dua anak yang sedang bersekolah. Kondisi tersebut membuat keluarga harus mengandalkan pekerjaan harian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



Bukan Pengupas Bawang

Sehari-hari, Susanah bekerja menjahit kain majun sejak pagi hingga siang. Pekerjaan tersebut dilakukan bersama anggota keluarganya di rumah.

Kediaman Susanah yang tidak terlalu besar sekaligus menjadi tempat keluarganya bekerja. Di halaman rumah tampak tumpukan kain majun dan sebuah mesin jahit.

Sejumlah anggota keluarga terlihat berkumpul dan mengerjakan bagian masing-masing dalam proses produksi kain majun.



Wina menjelaskan, pekerjaan menjahit tersebut menjadi mata pencaharian yang dijalani sejumlah anggota keluarga.

"Di sini dari ujung sana keluarga semua. Ya semuanya sama sih di menjahit gini. Kalau saya sendiri ya bagian menyusunnya," ujarnya.

Untuk menambah penghasilan, Susanah juga bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pencuci ompreng. Namun, Wina mengaku belum mengetahui secara pasti berapa upah yang diterima Susanah dari pekerjaan tersebut.

"Ke MBG-nya setiap hari pakai motor berangkatnya dari sini. Bareng berdua sama saudara juga," katanya.

Pernyataan Prabowo Jadi Viral

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut kisah pekerja bernama Susana yang disebutnya mendapat upah Rp700 ribu per kilogram dari mengupas bawang.

Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan publik karena dianggap tidak lazim jika dibandingkan dengan harga bawang dan upah buruh harian pada umumnya.

Klarifikasi keluarga Susanah di Cileungsi kemudian membuat persoalan semakin menjadi perhatian.



Keluarga menyatakan Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun dengan upah Rp700 per kilogram, bukan pengupas bawang dengan bayaran Rp700 ribu.

Perbedaan informasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sumber data yang digunakan dalam pidato Presiden.

Hingga berita ini disusun, belum ditemukan penjelasan resmi yang secara spesifik mengklarifikasi asal-usul angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato tersebut.

Karena itu, angka tersebut perlu ditempatkan sebagai pernyataan yang disampaikan Presiden dan belum terkonfirmasi sesuai kondisi Susanah berdasarkan keterangan keluarganya.

Di media sosial, pernyataan tersebut juga memicu beragam reaksi. Sebagian warganet mempertanyakan kewajaran nominal Rp700 ribu per kilogram, sementara lainnya menyoroti perlunya verifikasi data sebelum kisah warga disampaikan dalam pidato kenegaraan.

Sementara itu, Istana sebelumnya pernah menegaskan bahwa Presiden Prabowo mendapat berbagai informasi mengenai persoalan masyarakat melalui pembahasan internal pemerintah.

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengatakan anggapan bahwa Prabowo tidak memahami persoalan rakyat di lapangan tidak benar.

Namun, pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks umum dan bukan klarifikasi khusus mengenai kasus Susanah atau angka Rp700 ribu per kilogram.



Dengan kondisi sebenarnya yang diungkap keluarga, kisah Susanah justru menggambarkan kehidupan pekerja informal yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dari pekerjaan dengan penghasilan terbatas.

Bagi Susanah, pekerjaan menjahit kain majun dan mencuci ompreng di dapur MBG menjadi cara untuk membantu ekonomi keluarga. Ia tetap menjalani pekerjaannya meski penghasilan yang diperoleh jauh dari angka Rp700 ribu per kilogram yang sempat viral

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google