Pengguna aset kripto di Indonesia sudah 21,37 juta orang per Maret 2026. Pengalaman para pemain lama soal untung dan rugi yang datang sama cepatnya masih relevan, terutama karena sebagian platform berjalan di luar pengawasan.
Berbicara instrumen investasi masa kini, aset kripto memang tak bisa dilewatkan. Banyak orang memilihnya karena dianggap paling cepat memberikan cuan besar. Namun pilihan itu datang bersama risiko yang tak kalah besar, dan di pasar ini keuntungan maupun kerugian bisa terjadi dalam waktu singkat. Harga bitcoin yang belakangan menembus US$71.500, tertinggi sejak pertengahan tahun, adalah sisi terang dari ayunan yang sama.
Sisi gelapnya sudah pernah dirasakan banyak orang di dalam negeri. Pada 2021 bitcoin sempat menembus US$62 ribu per keping, lalu pada 18 Juni 2022 harganya anjlok ke US$19.106, level terendah sejak Desember 2020. Masa suram itu tak luput dari investor kripto tanah air, dan tidak sedikit yang mengaku merugi besar ketika harga rontok.
Angka hari ini, dan siapa yang mengawasi
Otoritas Jasa Keuangan mencatat jumlah pemakai aset kripto di Indonesia menyentuh 21,37 juta orang per Maret 2026, naik 1,43 persen secara bulanan. Dari data yang sama, nilai transaksi spot kripto berada di Rp22,24 triliun, sementara transaksi derivatif meningkat 14,26 persen menjadi Rp5,80 triliun.
Di tengah pertumbuhan tersebut, satu platform mencatatkan kontribusi yang menonjol. INDODAX menghimpun 9,9 juta pemakai dengan volume transaksi Rp8,45 triliun, atau sekitar 38 persen dari seluruh transaksi kripto nasional pada periode itu. CEO INDODAX, William Sutanto, menilai naiknya jumlah pengguna dan transaksi mencerminkan kepercayaan masyarakat yang meningkat terhadap ekosistem aset kripto yang teregulasi di Indonesia.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar aset keuangan digital dan kripto di dalam negeri terkoreksi tipis, 0,97 persen, menjadi Rp23,36 triliun dibanding bulan sebelumnya. Kondisi itu dianggap masih wajar mengingat dinamika pasar global, yang antara lain ditekan kebijakan suku bunga, data inflasi Amerika Serikat, dan ketegangan geopolitik. Stabilnya partisipasi investor ritel maupun institusional dibaca sebagai tanda minat masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga. Menurut William, volatilitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pasar ini, tetapi aktivitas transaksi investor Indonesia justru relatif stabil.
Yang berubah di sisi regulator adalah alamat pengawasnya. Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 berlaku sejak 10 Januari 2025 dan menempatkan aset keuangan digital, termasuk kripto, di bawah OJK. Bursa dan lembaga kliring wajib berizin, wajib melapor, dan bisa dikenai sanksi sampai pencabutan izin usaha.
Di luar pagar izin
Pagar itu berhenti di batas yurisdiksi. Aset kripto berpindah lintas negara tanpa perantara lokal, dan di seberang pagar berdiri platform asing yang menerima setoran langsung dalam kripto, termasuk kasino berbasis kripto seperti bc game yang beroperasi tanpa izin OJK dan tidak ikut terhitung dalam statistik bulanan tadi. Perjudian online sendiri dilarang di Indonesia lewat Pasal 303 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974.
Aliran uang ke arah itu terus dipantau. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan membekukan sementara transaksi di 2.815 rekening yang diduga terkait aktivitas judi online, dengan saldo terblokir sebesar Rp325,43 miliar. Langkah itu diambil setelah lembaga tersebut menemukan maraknya transaksi perjudian, termasuk yang menumpang euforia Piala Dunia 2026. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebut temuan lebih dari 6 juta transaksi seputar turnamen itu dalam sebulan memperlihatkan betapa cepat jaringan judol menumpang perhatian publik. Menurut dia, naiknya frekuensi transaksi sekaligus memperlihatkan kemampuan deteksi yang membaik, sehingga transaksi mencurigakan sekecil apa pun di sistem keuangan makin bisa dikenali.
Yang diingat pemain lama
Ilyas Praditya, pegawai swasta di ibu kota, pada 2022 bercerita kepada CNN Indonesia bahwa ia masuk karena penasaran dan tergiur kenaikan harga yang cepat. Setelah mencobanya, penilaiannya berubah: menurut dia kripto hanya menguntungkan pemain lawas, sedangkan pendatang baru sebaiknya mencari instrumen lain. Kerugiannya sendiri ada, sekitar Rp10 juta saat pasar anjlok, tapi ia tak mengambil pusing. Prinsipnya keras dan jelas, begitu masuk trading, uang itu dianggap sudah hilang.
Ilyas juga tidak menaruh semuanya di satu tempat. Sebelum terjun ia belajar cukup lama soal risikonya, lalu tetap memegang instrumen lain seperti tanah, properti, emas, saham, dan reksadana.
Yoyo, pegawai swasta lain yang bercerita ke media yang sama, adalah salah satu korban Luna, aset yang perdagangannya harus dibekukan karena harganya jatuh drastis. Kerugiannya, kata dia, tidak sebesar yang dialami orang lain, tapi tetap lumayan. Menariknya, dari semua investasi yang ia punya, kripto tetap dianggap juaranya: untungnya cepat datang, meski ruginya juga bisa secepat itu.
Willy, investor ketiga dalam laporan itu, pertama kali masuk pada Januari 2021, ketika dogecoin sedang jaya. Awalnya untungnya drastis, lalu semuanya sirna dalam beberapa bulan. Ia mengaku tidak sampai rugi, hanya cuan yang hilang, dan tetap ikut tren trading sampai menarik seluruh dananya ketika bitcoin ada di sekitar US$50 ribu. Alasannya memilih kripto ketimbang saham juga soal teknis: pasar saham dinilainya kurang likuid dan susah dijual, sementara di kripto harga dipasang sebentar saja sudah tersikat tanpa perlu mengantre di order book.