BEM UI Demon Tuntut Negara Jangan Sewenang-wenang Pakai APBN tapi Rakyat Terus Ditarik Pajak -->

BEM UI Demon Tuntut Negara Jangan Sewenang-wenang Pakai APBN tapi Rakyat Terus Ditarik Pajak

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membawa delapan tuntutan dalam aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Tuntutan mahasiswa mencakup persoalan ekonomi, korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai masih terdapat berbagai persoalan yang menunjukkan belum sepenuhnya terwujudnya kemerdekaan substantif bagi masyarakat. Mereka juga menyoroti kondisi warga terdampak bencana di sejumlah daerah.

"Di balik megahnya seremoni upacara kemerdekaan di Istana Negara, masih ada ratusan warga Flores yang meringkuk menunggu datangnya bencana susulan," demikian pernyataan BEM UI dalam aksi tersebut.

BEM UI menilai kondisi tersebut merupakan gambaran dari berbagai persoalan yang masih terjadi di Indonesia. Mereka menyebut bentuk "penjajahan" saat ini tidak lagi datang dari pihak luar, melainkan dapat muncul dari kebijakan negara sendiri.

"Pola-pola penjajahan semakin terlihat kembali, mulai dari penarikan pajak, penyusutan ruang sipil, melemahnya otonomi daerah, hingga penggunaan anggaran negara secara sewenang-wenang," tulis BEM UI.

Atas kondisi tersebut, mahasiswa menilai masyarakat memiliki alasan untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan memperjuangkan kembali hak-hak rakyat.

"Ketika penjajahan kembali terjadi, bahkan oleh pemerintah sendiri, maka menggugat dan merebut kemerdekaan menjadi tindakan rasional untuk kembali membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan," lanjut pernyataan tersebut.

Delapan Tuntutan BEM UI


Adapun delapan tuntutan yang disuarakan BEM UI dalam aksi di Bundaran HI yakni:

1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Mewujudkan reforma agraria sejati.

4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.

7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (YON TP).

BEM UI menilai tuntutan tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Aksi di Bundaran HI itu sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Mereka menegaskan bahwa kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kesejahteraan, keadilan, perlindungan ruang sipil, dan pemenuhan hak-hak masyarakat.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google