Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 157 Orang, 400 Turis Hilang -->

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 157 Orang, 400 Turis Hilang

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Sedikitnya 157 orang tewas di Nepal, sementara lebih dari 400 wisatawan masih hilang.

Kementerian Pariwisata Nepal menyebut sekitar 340 dari wisatawan yang hilang merupakan warga negara asing. Sebanyak 133 di antaranya warga India yang sedang melakukan perjalanan ziarah.

Wisatawan lain yang dilaporkan hilang antara lain 47 warga Amerika Serikat, 34 Australia, 33 Inggris, dan 24 Kanada.

Bencana bermula ketika lumpur, batu, dan es longsor ke aliran sungai di kawasan Himalaya. Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) mencatat gempa bermagnitudo 4,4 sekitar tujuh menit sebelum kamera keamanan merekam gelombang material menerjang kawasan perbatasan.

Longsoran diperkirakan terjadi sekitar 20 kilometer timur laut perlintasan Rasuwagadhi, Nepal-China. Material dalam jumlah besar kemudian terbawa banjir dan menghantam permukiman, kendaraan, jalan, jembatan hingga proyek pembangkit listrik.

Di sejumlah wilayah Nepal, pencarian korban masih berlangsung. Helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi warga, tetapi medan rusak membuat operasi penyelamatan tak mudah.

Helikopter bahkan belum bisa mendarat di Syapru Besi dan Timure, kawasan pegunungan di Distrik Rasuwa. Rumah, kendaraan, dan infrastruktur tertimbun lumpur, sementara sejumlah jembatan hanyut diterjang arus.

"Terdapat kehancuran di mana-mana yang kami lihat. Permukiman di sepanjang sungai benar-benar tersapu. Lima kerabat saya sendiri masih hilang," kata pekerja kesehatan di Rasuwa, Tula Bahadur BK, kepada Reuters.

Kawasan ini merupakan jalur menuju Kailash Manasarovar di Tibet, salah satu tujuan ziarah umat Hindu yang ramai didatangi peziarah dari India dan negara lain.

Bencana juga menghantam sisi China. Televisi pemerintah China melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 265 orang hilang di Gyirong, Tibet. Angka tersebut masih diverifikasi.

Longsoran juga memutus jalan, komunikasi, dan jaringan listrik di Shigatse. Pemeriksaan awal menggunakan drone menunjukkan akses menuju perlintasan Gyirong rusak.

Warga asing juga terdampak. Korea Selatan melaporkan delapan warganya yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air masih hilang. Amerika Serikat dan Kanada juga memantau warga negaranya yang berada di Nepal.

Dampaknya menjalar ke India. Peringatan banjir dikeluarkan untuk Uttar Pradesh dan Bihar setelah aliran air dari pegunungan Nepal bergerak ke wilayah utara India.

Pemerintah Bihar telah mengevakuasi sekitar 5.000 orang dari enam distrik. Jumlah warga yang harus dievakuasi diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang.

Tim penyelamat Nepal dan China masih menyisir wilayah terdampak. Dengan akses yang belum sepenuhnya terbuka, jumlah korban tewas maupun hilang masih berpotensi bertambah

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan