Ada 'Pengkhianat' di Projo? Anggota yang Share Video Budi Arie Bareng Jokowi Disanksi -->

Ada 'Pengkhianat' di Projo? Anggota yang Share Video Budi Arie Bareng Jokowi Disanksi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi akhirnya buka suara mengenai asal mula video dirinya berbicara tentang kemungkinan percepatan pemilu selanjutnya di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Budi Arie mengaku tidak mengetahui siapa yang merekam percakapan dalam kegiatan silaturahmi kemerdekaan bersama mantan presiden itu dan para relawan. Ia bahkan menegaskan tidak pernah merancang maupun memerintahkan agar pembicaraan tersebut direkam untuk kemudian disebarluaskan.

“Saya juga tidak mendesain rekaman. Saya juga tidak tahu siapa yang merekam awalnya. Tidak pernah memerintahkan untuk merekam. Tiba-tiba pernyataan saya itu viral. Saya tidak ada tendensi untuk memviralkan diri dengan pernyataan saya itu,” ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pernyataan tersebut membuka pertanyaan baru mengenai bagaimana rekaman yang awalnya berlangsung dalam forum tersebut bisa keluar dan menjadi konsumsi publik.

Budi Arie menilai polemik video tersebut tidak bisa dilepaskan dari situasi politik nasional. Ia menyebut terdapat pihak-pihak yang ingin membenturkan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” katanya.

Karena itu, Budi Arie kembali menegaskan bahwa pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan pemilu merupakan pandangan pribadi.

Ia meminta publik tidak menganggap pernyataan tersebut sebagai sikap mantan presiden itu hanya karena mantan presiden itu berada di dekatnya saat pembicaraan berlangsung.

Adapun Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menyebut rekaman yang awalnya ditujukan sebagai dokumentasi internal organisasi ternyata keluar dari lingkup organisasinya setelah diteruskan oleh salah satu anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Freddy mengatakan anggota yang meneruskan video tersebut telah dikenai sanksi secara organisasi. Meski demikian, Freddy memilih tidak mengungkap identitas anggota maupun bentuk hukuman yang diberikan.

"Sudah diberikan sanksi secara organisasi," kata Freddy.

Menurut Freddy, video tersebut pada awalnya sama sekali tidak ditujukan untuk konsumsi publik. Rekaman dibuat sebagai bagian dari dokumentasi internal Projo.

Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan