GELORA.CO - Gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memicu 995 gempa susulan hingga Minggu (16/8/2026). Dari jumlah tersebut, hanya 46 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan data tersebut tercatat hingga pukul 15.02 WIB pada hari kedua penanganan gempa.
“Untuk gempa susulan hingga tanggal 16 Agustus pukul 15.02 ini, total gempa susulan berumlah 995 kali, tetapi yang dirasakan masyarakat dari total gempa susulan yang tercatat 995 kali itu hanya 46 kali. Artinya, tidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya secara daring, Minggu (16/8/2026).
Menurut Abdul Muhari, gempa susulan berkaitan dengan proses struktur patahan untuk kembali mencapai kondisi stabil setelah gempa utama. Fenomena tersebut merupakan bagian dari proses alam yang perlu dilalui.
Dia berharap energi yang dilepaskan dapat segera berkurang sehingga aktivitas gempa susulan tidak lagi signifikan dan tidak dirasakan masyarakat.
BNPB mengimbau warga yang masih berada di pengungsian untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing sebelum kembali menempatinya.
“Tapi tentu saja kami imbau saudara kami yang masih di pengungsian, untuk bisa melakukan pengecekan rumah masing-masing, dilihat apakah ada kerusakan struktur yang retak, atau sudut-sudut rumah yang lepas, atau dudukkan kuda-kuda atap yang tidak pada tempatnya,” tuturnya.
Abdul Muhari meminta warga segera melaporkan kondisi rumah jika ditemukan kerusakan pascagempa.
“Kalau saudara kita yang terdampak memiliki kondisi rumah pasca gempa seperti tadi, segera laporkan ke aparat RT/RW terdekat, aparat desa, atau kantor BPBD setempat. Ini menjadi data awal kami untuk bisa melakukan rekapitulasi rumah rusak yang akan kita verifikasi secara teknis nantinya, agar hak-hak masyarakat dalam pemulihan dan rekonstruksi bisa kita data dari saat ini,” papar Abdul Muhari lagi.
Data kerusakan rumah tersebut akan menjadi bahan awal pendataan sebelum dilakukan verifikasi teknis. Langkah ini diperlukan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak
Sumber: inews
