GELORA.CO - Sepuluh tahun setelah dicopot dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, Anies Baswedan akhirnya mengungkap cerita di balik layar proses reshuffle tersebut.
Anies mengaku tidak kecewa ketika mengetahui dirinya masuk dalam daftar menteri yang diganti. Sebaliknya, ia justru merasakan kelegaan dan menolak tawaran untuk menduduki posisi lain di pemerintahan.
Anies mengatakan proses pencopotannya berlangsung tanpa banyak diketahui publik. Sehari sebelum pengumuman reshuffle kabinet, ia menerima telepon dari ajudan Presiden Jokowi pada sore hari yang memintanya datang ke Istana.
Untuk menjaga kerahasiaan pertemuan, Anies tidak masuk melalui pintu Jalan Veteran yang biasa digunakan para menteri dan menjadi lokasi yang kerap dipantau wartawan.
"Saya masuknya lewat Merdeka Utara yang ada kolam air mancur bundar itu. Itu tempat biasanya kalau Pak Presiden panggil untuk pertemuan private," ujar Anies saat menjadi tamu dalam siniar di kanal YouTube NOTASLIMBOY TV yang tayang pada 12 Agustus 2026.
Setibanya di Istana, Anies belum langsung bertemu dengan Jokowi. Ia terlebih dahulu ditemui Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Dalam pertemuan itu, Anies mendapat informasi bahwa Presiden akan melakukan reshuffle kabinet dan dirinya termasuk salah satu menteri yang akan diganti.
Menurut Anies, pihak Istana kemudian menanyakan apakah dirinya memiliki aspirasi atau keinginan untuk mendapatkan tugas lain di pemerintahan.
"Saya sampaikan tidak ada. Saya tidak punya aspirasi barangkali mau tugas lain, enggak ada. Saya sudah siap," tegasnya.
Anies mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perombakan kabinet. Isu reshuffle memang telah berembus sebelum pertemuan tersebut.
Karena itu, Anies bahkan membawa dokumen laporan kegiatan kementerian hingga bulan tersebut ketika dipanggil ke Istana.
Saat akhirnya bertemu langsung dengan Jokowi, dokumen itu diserahkan Anies sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus untuk diteruskan kepada menteri yang menggantikannya.
Anies menggambarkan sikapnya saat itu seperti seorang senopati atau panglima perang yang harus mengikuti garis komando dari pimpinan.
"Kalau pimpinan mengatakan Anda ditarik ke belakang, ya sudah kita jalani. Jadi saya bilang, saya terima kasih dapat kehormatan untuk bertugas di pendidikan kebudayaan, dan saya tidak ada aspirasi. Begitu saja, sudah," tutur Anies.
Hal yang menarik dari cerita Anies adalah pengakuannya mengenai perasaan setelah mengetahui dirinya dicopot dari kabinet.
Alih-alih menunjukkan kekecewaan, Anies mengatakan dirinya justru merasa rileks dan lega. Ia juga menyebut tidak menyimpan dendam maupun penyesalan setelah sekitar satu setengah tahun menjalankan tugas sebagai Mendikbud.
"Waktu itu tuh saya merasanya agak ada leganya, walaupun enggak tahu kenapa. Boleh tanya pada siapa pun yang pada saat itu ketemu saya, semuanya bilang rileks banget. Saya sudah yakin betul kalau hal yang di luar kendali kita, ah itu Tuhan punya rencana sempurna," pungkasnya.
