GELORA.CO - Jagat media sosial saat ini tengah dihebohkan oleh unggahan Instagram Story dari akun @bc.8a41121a yang diduga kuat milik anak Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam tangkapan layar story Instagram yang kini beredar luas di platform X, Instagram, dan Threads tersebut, tampak grafik aktivitas dari platform prediksi *Polymarket* pada laga Piala Dunia antara Brasil vs Norwegia disertai narasi, “Eh buset dah wkwkwk menang banyak nih.”
Unggahan ini langsung memicu reaksi keras dari publik dan pengamat karena Polymarket sendiri merupakan platform yang telah resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lantaran terindikasi memuat unsur perjudian dan tidak terdaftar resmi.
Pantauan di media sosial memperlihatkan kekecewaan netizen yang mendalam. Akun X @suarawargatxt menyayangkan aksi pamer tersebut:
”Masa taruhan bola, terang-terangan dishare di story Kalo ditiru anak-anak bangsa lain gimana? Baru kali ini ada anak menteri terang-terangan share judi bola dipolymarket 🤣 Bukannya diindo judi ilegal,”* tulisnya sembari melampirkan bukti grafis pertandingan.
Di kolom komentar Instagram, sindiran tidak kalah tajam dilayangkan netizen. Akun @dark_devil_freedom menulis, “ANAK SPECIAL MAH BEDA MALAH MAIN PARLAY,”
Sementara akun @apratamaa516 secara gamblang menyebut, “Anaknya Mentri keuangan main judol coy.”
Netizen lain seperti @die4mess666 mengingatkan dampak buruk bagi pengikutnya: “bang yud jangan semua dimasukin ke sosmed, inget lu tuh punya followers banyak, manfaatkan untuk edukasi aja.”
Celah taruhan pada pasar prediksi Polymarket ini dinilai publik rawan disalahgunakan. Netizen bahkan menyamakan pola ini dengan kasus Robot trading saham milik beberapa artis besar seperti RA, AH, dan sejumlah nama besar yang dulu sempat ramai dibahas di berbagai media nasional (seperti detikcom dan Kumparan), di mana figur publik diduga “menjual” popularitas demi menarik simpati masyarakat ke dalam aktivitas finansial berisiko tinggi.
Merespons kegaduhan ini, Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) sekaligus aktivis dan pengamat hukum, Edison Tamba atau yang akrab disapa Edoy, memberikan pandangan yang sangat keras.
Edoy mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan investigasi dan mengusut tuntas kabar ini.
“KPK harus tegas dan segera turun tangan. Harus diusut secara transparan apakah ada aliran dana anak pejabat yang diduga sengaja digunakan untuk aktivitas perjudian atau Story di media sosialnya itu sengaja diunggah untuk mempromosikan platform Polymarket ini.” ucapnya.
”Status sebagai anak pejabat sama sekali bukan halangan bagi penegak hukum untuk bertindak tegas demi menjaga integritas instansi negara,” Lanjut Edoy.
Selain mendesak KPK, Edoy juga meminta Komdigi tidak tinggal diam dan segera memeriksa dugaan unggahan story tersebut, mengingat tindakan mempromosikan atau mempermudah akses publik terhadap aktivitas perjudian elektronik dapat dijerat sanksi pidana yang sangat berat.
Di Indonesia, segala bentuk perjudian, baik konvensional maupun digital, dilarang keras secara hukum. Jika terbukti benar menunjukkan aktivitas bertaruh, tindakan tersebut berpotensi melanggar beberapa pasal krusial:
- Pasal 303 KUHP / Pasal 426 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru): Mengatur tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda materiil yang berat.
- UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE): Terkait penyebaran muatan perjudian secara elektronik di media sosial, pelaku dapat dijerat sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melalui pesan singkat WhatsApp terkait unggahan anak laki-lakinya itu. Namun, belum mendapatkan respons resmi.
Publik kini diminta untuk sabar menunggu kejelasan dan klarifikasi resmi di tengah riuhnya ruang digital.
